Belanja Buku bareng Perpustakaan Kominfo

Belanja Buku bareng Perpustakaan Kominfo

Perpustakaan. Apa sih yang ada di benak kalau dengar kata perpustakaan? Tempat membaca buku yang sepi? Tempat janjian sama teman?  Atau tempat bersantai kalau lagi jenuh kerja di ruangan?

Zaman internet ini, pasti lebih banyak membaca gawai kan? Kalau bangun tidur, kebanyakan cari gawainya dahulu meskipun mata belum melek banget. Mata jadi cepat lelah kalau baca di gawai. Jadi, saya masih suka baca buku meskipun tidak sebanyak waktu sekolah dan kuliah.

Dulu, ibu-ibu lain kredit panci, kalau ibu saya kredit ensiklopedia buat saya. Sekarang, saya tetap beli buku meskipun jarang dibaca. Padahal buku fisik masih lebih enak dibaca daripada gawai yang bikin mata gampang lelah.

Koleksi buku di Perpustakaan Kominfo yang terletak di lantai 1 gedung belakang Kementerian Komunikasi dan Informatika, tidak hanya buku komunikasi dan informatika, ada juga buku yang meningkatkan keterampilan umum (soft skill), novel, bahkan buku bacaan anak. ASN Kominfo bisa pinjam bukunya secara gratis.

Belanja Buku

Hari Senin, 5 Agustus 2019, Perpustakaan Kominfo nekat belanja buku untuk melayani ASN Kominfo yang haus buku seperti saya. Kegiatan Hari Belanja Buku 2019 (HBB) yang baru pertama kali diadakan ini mengajak 20 sivitas Kementerian Kominfo ke Toko Buku Gramedia di Jalan Matraman Raya, Jakarta. Sebelumnya, sekitar 1,5 bulan panitia telah menyebarkan brosur ajakan ini di grup Whatsapp, portal Kominfo, radio Kominfo, tv plasma, bahkan ditempel dalam lift. Cuma di videotron depan kantor saja yang tidak ada.  

Hampir setiap hari saya baca pengumuman ini. Bahkan teman-teman saya sudah lebih dahulu mendaftar dengan mengirimkan persyaratannya, yaitu narasi yang berisi motivasi mengikuti HBB, melalui surel. Berhubung lama juga saya mikirin motivasi apa yang saya tulis, sampai tiba di hari terakhir pendaftaran apa yang terjadi? Semua surel kominfo.go.id tidak bisa diakses. Zonk. Ada-ada saja kendala kalau lagi buru-buru.

Setiap peserta terpilih diberi target belanja buku maksimal sebesar Rp1.500.000,00, untuk Perpustakaan Kominfo. Buku yang bisa dibeli adalah 60% buku Kominfo dan 40% buku non Kominfo seperti buku novel, motivasi, sejarah, kumpulan resep, bahkan buku bacaan anak, kecuali komik.

Peserta hanya bisa membeli buku yang belum dimiliki Perpustakaan Kominfo, sebanyak dua eksemplar untuk masing-masing judul bukunya. Sebelumnya, para peserta telah diberi katalog buku Perpustakaan Kominfo.

Buku yang saya cari pertama kali ada di lantai 4, yaitu buku berjudul Xenoglosofilia: Kenapa Harus Nginggris karya Ivan Lanin, seorang Wikipediawan, praktisi teknologi informasi, dan pemerhati Bahasa Indonesia. Buku ini berisi kumpulan tulisannya, tentang membiasakan berbahasa Indonesia yang baik tanpa campur Bahasa Inggris. Penting nih untuk saya dan ASN Kominfo yang sering menulis, baik menulis proposal kegiatan, undangan rapat, berita, siaran pers, peraturan perundang-undangan maupun narasi di media sosial.

Selain itu saya juga beli bukunya Pandji Pragiwaksono berjudul Juru Bicara, yang mengajak pembaca untuk meningkatkan keberanian berbicara, menerima perbedaan dan memahaminya, serta menjadi juru bicara yang bermartabat bagi bangsa Indonesia.

Saya dan teman-teman penulis Kantin.ID belanja buku bareng Perpustakaan Kominfo di Toko Buku Gramedia, Jalan Matraman Raya, Jakarta (5 Agustus 2019). Salah satu buku yang dibeli, bukunya Kang Arul Dosen Galau, yang berjudul Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi.

Buku lain yang saya beli antara lain Seni Berbicara karya Larry King yang merupakan buku terlaris internasional; buku Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi, karya Dr. Rulli Nasrullah, yang saya beli karena ini karya teman saya, seorang dosen galau dan narablog (blogger), yang akrab disapa Kang Arul; novel berjudul Mei Merah 1998 Kala Arwah Berkisah, terinspirasi dari kemelut menjelang Reformasi Mei 1998 yang memperjuangkan perubahan bidang politik, sosial, ekonomi, dan hukum.

Ada yang membeli buku Everybody Lies: Big data dan Apa yang Diungkapkan Internet tentang Siapa Kita Sesungguhnya karya Seth Stephen-Davidowitz, juga buku sejarah berjudul Orang-orang Katolik di Indonesia karya Karel Steenbrink. Bahkan ada juga yang membeli buku cerita anak berjudul Cican ke Bulan Bersama Astronot. Total jumlah buku yang dibeli dari kegiatan HBB ini sekitar 143 judul, masing-masing judul ada 1-2 buku.

Setelah lelah keliling berbelanja buku, Gramedia mengajak panitia dan peserta bermain kuis berhadiah buku tulis dan botol minum. Selain itu, semua peserta mendapatkan tas punggung. Perpustakaan Kominfo juga memanjakan peserta dengan undian berhadiah seperti headset dan parfum.

Satu orang peserta yang berhasil berbelanja buku mendekati target Rp1.500.000,00, yaitu sebesar Rp1.499.600,00 mendapat hadiah berupa saldo Gopay sebesar Rp250.000,00. Selain itu, masing-masing peserta mendapatkan voucher Gramedia sebesar Rp200.000,00 yang dapat digunakan untuk berbelanja buku pribadi di seluruh Toko Buku Gramedia. 

Senangnya dapat hadiah kuis dari Gramedia. Isinya botol minum (tumbler) buat mengurangi sampah plastik.

Pinginnya sih HBB jadi kegiatan tahunan Perpustakaan Kominfo. Semoga tahun depan bisa berbelanja di pameran buku besar seperti Big Bad Wolf atau pameran buku lainnya yang potongan harganya cukup banyak.

Sudah tidak sabar mau pinjam bukunya? Tunggu saja bukunya dipajang di Perpustakaan Kominfo. Semua buku bisa dipinjam gratis oleh ASN Kominfo. Bahkan, Perpustakaan Kominfo akan mengadakan kegiatan bedah buku karya ASN Kominfo. Mantul, nih.

Selain dari kegiatan HBB dan pembelian, koleksi buku Perpustakaan Kominfo juga diperoleh dari hibah buku. ASN Kominfo yang punya banyak buku sudah selesai dibaca, silahkan hibahkan bukunya. Sekedar saran, selain hibah buku ke Perpustakaan Kominfo, ASN Kominfo bisa menyumbangkan buku anak koleksi pribadinya ke komunitas relawan taman bacaan anak seperti 1001buku, melalui kotak sumbangan (drop box) di Perpustakaan Kominfo.

Ruangan Perpustakaan Kominfo memang kecil, mau diperluas juga tidak bisa lagi karena mentok ruangan kerja saya di Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik. Jika buku koleksi semakin banyak, saran saya agar katalog, nomor rak, dan resensi buku bisa diakses di portal Kominfo. Pengunjung bisa mencari bukunya secara online sebelum mengambil di Perpustakaan Kominfo. Selama saya menjadi anggota, belum pernah terima kartu anggotanya. Semoga kartunya bisa dicetak dan jadi uang elektronik, apalagi kalau dapat potongan harga di berbagai toko buku.

Jadikan Perpustakaan Kominfo tidak hanya jadi tempat ASN Kominfo untuk meminjam buku, tetapi juga tempat berbagi. Ayo ke Perpustakaan Kominfo, baca buku dan berbagi ilmu. Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila! SDM Unggul, Indonesia Maju! Merdeka!

Lida Noor Meitania

Menyukai kuliner dan kucing. Murah senyum tapi jarang menyapa kalau tidak disapa lebih dahulu. Kalau ketemu di jalan, sapa ya.

One thought on “Belanja Buku bareng Perpustakaan Kominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.