Anak Hebat di Era Digital

Anak Hebat di Era Digital

Salah seorang Pranata Humas dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Rita Nurlita, menulis buku komik yang berjudul Anak Hebat di Era Digital. Cetakan pertama Mei 2018 setebal 96 halaman ini diterbitkan oleh The Panas Dalam Publishing. Buku ini merupakan kategori buku anak dan cocok dibaca bersama orang tua. Harga yang direkomendasikan di Pulau Jawa Rp.35.000,- sedangkan di toko buku online harganya lebih murah.

Buku ini adalah komik yang berkisah mengenai keluarga Aribowo dengan tokoh Ayah Sandy Aribowo, Bunda Wina, Keane Aribowo, Sekar Aribowo, Cikal, dan Bibi Ai. Ayah Sandy Aribowo bekerja di perusahaan IT. Hobinya beli gawai terbaru, main games, dan belanja daring (online). Ia diceritakan sebagai kepala rumah tangga yang sangat menyayangi keluarganya. Bunda Wina bekerja di rumah menjadi penulis, blogger, dan jualan daring. Hobinya menulis dan makan. Ia diceritakan sebagai ibu yang sangat ceroboh, tidak bisa masak, tetapi super mom.

Tanda tangan penulis pada buku Anak Hebat di Era Digital
Tanda tangan penulis pada buku Anak Hebat di Era Digital

Keane Aribowo suka main games dan gawai, tapi sama ayah bunda suka dibatasi. Kadang-kadang suka mencari kesempatan supaya bisa main gawai, nonton TV, dan internet. Keane cerewet dan ingin tahu banyak hal. Kaka Keane, Sekar Aribowo suka menulis dan jadi wartawan di sekolahnya. Ia pintar dan penyayang. Serba Mbah Google dan sering swafoto. Kalau sudah berurusan dengan pulsa dan uang perhitungan banget. Adik bungsu di keluarga Aribowo, bernama Cikal. Cikal masih bayi dan suka menangis. Ia juga tidak mau makan, jadi Bunda Wina rajin cari resep di Google.

Tokoh lain di keluarga ini adalah Bibi Ai yang bekerja di rumah mereka. Orangnya baik dan rajin. Hobi banget nonton sinetron dan dangdut. Meskipun gaptek, Bibi Ai penurut pada ayah dan ibu.

Salah satu konflik yang dialami oleh tokoh di buku ini ketika Hani, teman sekolah Sekar, kehilangan dompet di sekolah dan menuduh Kikan mencuri. Tuduhan itu diunggah Hani di media sosial.

Salah satu halaman buku Anak Hebat di Era Digital
Salah satu halaman buku Anak Hebat di Era Digital

Keunggulan Buku

Kata pengantar oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise yang menyampaikan pesan untuk anak-anak Indonesia agar memanfaatkan waktu dengan baik di era digital ini karena anak hebat adalah anak yang memiliki prestasi dan cerdas memanfaatkan teknologi.

Saya suka buku komik ini karena di keluarga ini yang suka belanja daring adalah bapak sedangkan ibunya jualan daring. Penulis tidak mengikuti stigma bahwa perempuan itu suka belanja daring. Mungkin karena penulisnya perempuan ya.

Di awal, penulis menuliskan sifat dari masing-masing tokoh. Bunda Wina itu tidak bisa masak, tapi super mom. Mengasuh Cikal, anak bungsunya yang susah makan disiasati Bunda Wina dengan rajin cari resep di Google. Ceritanya Bunda Wina bisa mendapatkan banyak uang dari berjualan daring. Produk yang dijual adalah bakso homemade buatannya yang sehat dan dibuat dengan penuh cinta.

Saya suka ini. Meskipun Bunda Wina tidak bisa masak, tapi dengan memanfaatkan teknologi internet, ia bisa membuat bakso dan mendapatkan banyak uang. Meskipun di buku ini tidak diceritakan bagaimana rasanya, apakah pembeli kasih bintang 5 dan repeat order. Semoga rasanya enak dan pembeli pesan lagi. Karena kalau memang benar enak, saya juga mau beli baksonya Bunda Wina.

Buku ini juga menyarankan anak-anak membuat akun media sosial sesuai dengan usianya. Bagi orang tua, agar selalu mendampingi anak-anak saat berselancar di internet agar tidak tersesat ke situs web yang berbahaya bagi anak-anak.

Gambar di buku ini, meskipun Bunda Wina menggunakan hijab, tetapi tidak semua perempuan berhijab. Jadi, buku ini menarik dibaca untuk seluruh anak dengan didampingi oleh orang tua tanpa mengandung unsur agama.

Kelemahan Buku

Tidak berwarna, tapi tidak masalah karena jika seluruh halaman berwarna akan pengaruh pada harga bukunya.

Rita Nurlita, penulis buku Anak Hebat di Era Digital
Rita Nurlita, penulis buku Anak Hebat di Era Digital

Tentang Penulis

Rita Nurlita Setia adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif dalam kegiatan pengembangan masyarakat dan kepenulisan. Saat ini selain menjadi Pranata Humas di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Depok, Rita juga aktif sebagai tim riset di Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi dan mendirikan Keluarga Digital Indonesia (Kugi Indonesia). Komunitas Internet Sahabat Anak (KISA) dan Kisa Muda yang bergerak di bidang literasi digital untuk orang tua, anak-anak, dan remaja.

Buku Pertamanya berjudul “Terjebak di Dunia Maya” bercerita tentang cara menggunakan internet secara sehat untuk anak-anak (2015). Buku ini berhasil masuk nominasi sebagai novel nonfiksi terbaik anak-anak di Islamic Book Fair 2016. Buku ini beserta berbagai inovasinya dalam kegiatan literasi digital dan internet sehat di masyarakat, membuatnya menerima penghargaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik tingkat Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat (2017).

Lida Noor Meitania

Menyukai kuliner dan kucing. Murah senyum tapi jarang menyapa kalau tidak disapa lebih dahulu. Kalau ketemu di jalan, sapa ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.