Terima SMS Penipuan? Adukan ke @aduanbrti

Terima SMS Penipuan? Adukan ke @aduanbrti

“Kirim ke rekening ini saja BRI A/n : WAWAN SAPUTRA No rek : 7607-0100-8890-531,” isi SMS yang saya terima.

Ada lagi SMS yang seakan-akan saya menang undian dari e-commerce atau provider telepon selular. Padahal saya belum pernah belanja online di e-commerce itu. Bagaimana bisa dapat hadiah undian, lha wong ikut undiannya saja tidak.

SMS penipuan yang pernah saya terima
SMS penipuan yang pernah saya terima
SMS penipuan menang undian Rp.125 juta
SMS penipuan menang undian Rp.125 juta

Ini sudah pasti penipuan, kata saya dalam hati. Karena sebelumnya saya menyimak informasi yang seliweran bahwa kiriman pesan melalui SMS dari nomor yang tidak dikenal itu lebih banyak tipunya.

Kalau kenal sih lebih banyak komunikasi pesan lewat messenger seperti Whatsapp. Ya kan?

Apalagi saya yang sungguh sangat jarang sekali menang undian atau kuis. Pernah sih menang voucher belanja sebesar Rp.75.000,- dari sebuah supermarket. Iya tujuh puluh lima ribu rupiah, bukan tujuh ratus lima puluh ribu rupiah, apalagi tujuh puluh lima juta rupiah. Vouchernya saya belanjain ikan gratis goreng atau bakar dengan bumbu ala-ala supermarket.

Pernah juga menang kuis twitter berhadiah e-cash Rp.50.000,- dari sebuah bank. Lima puluh ribu iya bukan lima puluh juta rupiah.

Kalau terima SMS penipuan seperti itu, biasanya langsung saya tandai sebagai spam. Tapi tetap aja ada lagi, dari nomor yang berbeda dan modus yang beragam.

Abaikan saja? Kesal? Pingin kerjain balik? Ada teman saya yang kurang kerjaan malah telepon dan ngerjain si penipu, cuma buat kepuasaan aja ngerjain orang.

Bisa gak sih nomornya diblokir aja? Bisa. Adukan saja lewat Twitter @aduanbrti. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menerbitkan Ketetapan BRTI Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi yang berlaku sejak tanggal 10 Desember 2018. Sudah ada lho nomor telepon selular yang diblokir gegara nomor tersebut berpura-pura sebagai nomor aduan customer service bank yang ditempel di mesin anjungan tunai mandiri (ATM).

Bisanya, lubang mesin ATM tersebut sudah dimodifikasi si penipu. Saat nasabah memasukkan kartu ATM-nya, ketelen deh. Kartu ATM tidak bisa keluar dan tidak bisa digunakan. Pertama kali dilakukan nasabah adalah menghubungi nomor telepon customer service bank tersebut. Kalau nasabah tidak hafal nomornya, pastilah nomor palsu yang sudah ditempel di mesin ATM yang akan dihubungi. Kalau sudah nyambung, prosedur pertama yang dilakukan adalah menyamakan data nasabah. Di situlah si penipu mendapatkan data pribadi nasabah. Selanjutnya, kartu ATM yang nyangkut di lubang ATM diambil penipu dan datanya dikopi. Bisa habis deh isi tabungan nasabah dikuras penipu sampai missqueen.
Duh amit-amit jangan sampai terjadi sama teman-teman pembaca Kantin.id yang saya cintai. Love you so much.

Biar gak ada yang kena tipu, adukan saja ke Twitter @aduanbrti kalau menemukan panggilan dan/atau pesan yang bersifat mengganggu dan/atau tidak dikehendaki (spam call and/or message), termasuk yang diindikasikan penipuan dalam berbagai bentuknya, baik itu berupa permintaan untuk segera mengurus  pembayaran transaksi tertentu, transfer uang atau informasi pelanggan menjadi pemenang kuis/undian.

Ini alur pengaduannya, sebagaimana saya baca di Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Informatika Nomor 04/HM/KOMINFO/01/2019 tentang BRTI Blokir Nomor Telepon Terindikasi Penipuan dan Ketetapan BRTI Nomor 4 Tahun 2018 tentang Penanganan Pengaduan Penyalahgunaan Jasa Telekomunikasi.







Lida Noor Meitania

Menyukai kuliner dan kucing. Murah senyum tapi jarang menyapa kalau tidak disapa lebih dahulu. Kalau ketemu di jalan, sapa ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.