KANTIN.ID
Tarian Penyambutan Kreasi, Ngalu Temuai Datai

Lawan Hoaks dengan Genposting “Generasi Positive Thinking”

“Benda apa yang anda cari saat pertama kali anda bangun tidur?”

“HANDPHONEEEE…….”, jawab peserta serentak.

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gun Gun Siswadi, dalam Workshop Generasi Positive Thinking (Genposting) Kamis (01/11/2018), di Gedung Balai Kenyalan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gun Gun Siswadi menyampaikan paparannya di Workshop Genposting di Sintang, Kalimantan Barat (Foto: Aditya Ranadireksa)

“Sandang, pangan, papan merupakan kebutuhan pokok saat dulu, namun sekarang tambah satu kebutuhan pokok manusia yaitu informasi”, ujarnya lagi. Pertama kali kita bangun yang dicari bukan makan atau pakaian tapi informasi melalui hp. Sekarang terjadi tsunami informasi dari mulai kita bangun tidur sampai mau tidur lagi. Dari fakta yang baik sampai yang mengandung hoaks.

Jumlah internet di indonesia sudah mencapai 143,26 juta jiwa menurut survei tahun 2017. Ini menandakan kebutuhan informasi merupakan kebutuhan pokok manusia. Sementara itu pemanfaatan internet dalam bidang gaya hidup mencapai 87,13% untuk media sosial. Terjadi transformasi di era digital baik di bidang teknologi, budaya dan sosial.

Gun Gun menegaskan perlu adanya literasi media, yaitu kemampuan untuk menyaring, memilah, memilih, dan memproduksi pesan-pesan yang terdapat dalam media internet dan media sosial.

“Jadi jangan sampai jempol kita lebih cepat dari otak kita, gunakan media sosial untuk sarana positif sebagai sarana komunikasi, sumber informasi, peluang usaha, membangun relasi dan komunitas generasi positive thinking.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang peserta dari tiga kabupaten yang termasuk wilayah Keuskupan Sintang.

 

Para narasumber foto bersama (Foto: Aditya Ranadireksa)

Selain Gun Gun Siswadi, sejumlah narasumberpun turut hadir antara lain Pastur Petrus Juli, Iptu Karim Suprapto (Densus 88), Kevin Sanly Putra (penulis dan vlogger), serta Margareta Astaman (penulis travel dan gaya hidup).

Menurut Ketua Panitia KWI Sintang Petrus Juli, melalui medsos kebaikan bisa kita bagikan kepada siapapun. Namun tidak jarang medsos digunakan untuk memutar balik fakta guna menipu dan menyebarkan berita palsu untuk mencapai tujuan tertentu. Untuk itu kegiatan Genposting ini diharapkan bisa berperan menjadi pelopor untuk menyebarkan berita baik dan menangkal berita palsu.

 

Host Genposting paling kece badai, Yosh. (Foto: Aditya Ranadireksa)

Iptu Karim Suprapto, Densus 88, menegaskan, aksi teror terus terjadi melalui propaganda media sosial dan elektronik untuk menarik perhatian para jihadis di seluruh dunia. “Para jihadis mengiming-imingi kehidupan Suriah lebih baik dari pada negara asal mereka, dan mengajak bergabung ke Suriah, namun kenyataannya ketika mereka kesana ternyata itu hanya propaganda saja,” imbuhnya. Karenanya, kita wajib men-counter isu-isu radikalisme seperti ini, dengan membuat berita-berita yang isinya kebaikan.

Penulis travel dan gaya hidup, Margareta, menyampaikan tips membuat framing dan judul tulisan. (Foto: Aditya Ranadireksa)

Sementara itu, penulis travel dan gaya hidup, Margareta, menyampaikan tentang unsur framing dan judul. 

“Kalau bicara framing kita akan membahas dua unsur headline dan gambar. Tapi kalau kita bicara judul di internet biasanya mengharapkan interaktif dari pembacanya. Itulah mengapa kita sering melihat judul seperti berikut: ‘Inilah Daftar 11 Wanita Paling Cantik Dimata OMK Sintang, Nomor 7 di Atas 20 Tahun’, itulah yg disebut curiosity gap“.

Terakhir Sekretaris Komisi Komsos KWI, RD. Kamilus Pantus menyampaikan pesan penutup,

“Kebenaran akan memerdekakan kamu, kebenaran yang akan menjadi pemenang. Jadi ketika kita berhadapan dengan isu hoaks, adu domba antar agama, maka yang harus kita lakukan adalah tidak menanggapi dengan emosi. Jawablah dengan postingan yang positif. Perbedaan tidak harus mengarahkan kita pada permusuhan. Cerdaslah memanfaatkan medsos bijaklah mengelola medsos, bertanggungjawablah menggunakan medsos”, ujarnya mengakhiri kegiatan Genposting Sintang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.