KANTIN.ID

Pranata Humas Serap Energi Asian Games 2018

Johan Budi, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, pembicara talkshow “Pranata Humas Indonesia Menuju Era 4.0” dipandu oleh Leidena Sekar Negari, Pranata Humas dari Dewan Perwakilan Rakyat, di Hotel Salak Tower Bogor (7-8/9).

Meskipun Asian Games 2018 telah selesai, Pranata Humas harus tetap memiliki energi seperti ketiga maskot Asian Games 2018, Bhin Bhin, Kaka, dan Atung.

Johan Budi, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi atau yang lebih akrab dikenal publik sebagai juru bicara Presiden RI mengaku tidak bisa jika diminta untuk memilih salah satu dari ketiga maskot Asian Games 2018 sebagai representasi humas pemerintah. Menurut beliau, humas pemerintah harus memiliki ketiga energi tersebut. Bhin bhin, burung cenderawasih, merepresentasikan strategi. Karakter Kaka, badak bercula satu, merepresentasikan kekuatan. Sedangkan Atung, rusa Bawean, merepresentasikan kecepatan.

Pranata Humas tidak hanya harus memiliki strategi dan kecepatan dalam bekerja, tetapi juga memiliki kekuatan, untuk mengindari jatuh sakit akibat tekanan pekerjaan. Seperti yang diceritakan oleh Dwi Rini Endra Sari, Pranata Humas dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, salah satu peserta talkshow “Pranata Humas Indonesia Menuju Era 4.0” di Hotel Salak Tower Bogor, 8 September 2018. 

Pranata Humas harus memiliki energi seperti ketiga maskot Asian Games 2018, Bhin Bhin (strategi), Kaka (kekuatan), dan Atung (kecepatan).

Dwi Rini atau yang biasa dipanggil Ririn, menceritakan saat ia mendapat tugas untuk mengkonter isu yang membandel di media sosial mengenai buruknya kualitas udara menjelang Asian Games 2018. Saat itu ia bekerja tidak hanya 24 jam sehari dalam 7 hari seminggu tetapi juga hitungan menit, sehingga dirinya jatuh sakit.

Johan Budi memberikan tips untuk Ririn dan Pranata Humas peserta talkshow lainnya, bahwa di media sosial ada 10% haters dan 10% lovers, sedangkan 80%-nya adalah silent majority. Beliau berharap Pranata Humas fokus menyampaikan informasi pada 80% silent majority tersebut. 

Narasumber talkshow lainnya, Nufransa Wira Sakti, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, menyampaikan bahwa Pranata Humas harus memiliki sifat seperti Atung yaitu kecepatan, ketika ditanya oleh Leidena Sekar Negari, Pranata Humas dari Dewan Perwakilan Rakyat, saat memandu talkshow.

Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, dalam sambutan kuncinya mengapresiasi prestasi para atlet Asian Games 2018 yang telah menorehkan sejarah pertama kali Indonesia memperoleh emas terbanyak dan peringkat ke-4 di ajang Asian Games. Beliau berpendapat bahwa lompatan kuantum prestasi Indonesia di ajang Asian Games dapat ditiru oleh Pranata Humas.

Dalam menjalankan tugas sebagai Government Public Relations atau GPR, Johan Budi menyampaikan tips kepada Pranata Humas, antara lain jangan berbohong saat menjelaskan ke publik, jangan menjelaskan hal yang tidak dipahami, jangan no comment, dan jangan menggunakan akun media sosial pribadi untuk menjelaskan pernyataan urusan kantor.

Menanggapi hoaks, menurut Nufransa, yang penting adalah siapa yang menyampaikan konter hoaks tersebut harus punya branding terlebih dahulu agar publik percaya. Selain itu, komunikasikan langsung dengan pimpinan. Membranding informasi APBN pun begitu. Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan dengan membranding Sri Mulyani, Menteri Keuangan, begitu kuat.

Konvensi Humas Pemerintah 2018: “Pranata Humas Indonesia Menuju Era 4.0”, diselenggarakan oleh Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika berkolaborasi dengan Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas), 7-8 September 2018 di Hotel Salak Tower, Bogor.

Talkshow ini merupakan rangkaian acara Konvensi Humas Pemerintah 2018 yang digelar oleh Direktorat Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik (dahulu Direktorat Komunikasi Publik), Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika berkolaborasi dengan Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas), yang digelar 7-8 September 2018.

Sehari sebelum talkshow, sebanyak 220 orang Pranata Humas dari kementerian/lembaga dan daerah mengikuti Kelas Belajar Pranata Humas. Materi yang diperoleh adalah pemanfaatan media sosial humas digital dengan narasumber Gerald Sebastian, Co-Founder dan Business Development kanal Kok Bisa dan materi penulisan opini di media massa dengan narasumber Lestantya Baskoro, redaktur senior Tempo. Malam harinya diumumkan Ketua Umum Iprahumas 2018-2021 terpilih. Selain mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, Pranata Humas dapat berkonsultasi dengan tim penilai jabatan fungsional pranata humas di klinik angka kredit Pranata Humas.

Lida Noor Meitania

Menyukai kuliner dan kucing. Murah senyum tapi jarang menyapa kalau tidak disapa lebih dahulu. Kalau ketemu di jalan, sapa ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.