KANTIN.ID

Alternatif Aktivitas DIY dengan si Kecil: Buat Slime-mu Sendiri

Kalau kakak-kakak punya anak kecil atau keponakan kecil yang masih aktif-aktifnya, mesti wajib untuk kreatif mencari aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama-sama. Berdasarkan pengalaman saya di bulan Ramadhan lalu, ternyata anak-anak kecil lagi dihinggapi tren bermain slime. Mainan yang teksturnya kenyal-kenyal ini bisa jadi salah satu proyek DIY kakak-kakak dengan anak atau keponakan kecilnya.

Namun, terbayang gak sih, bagaimana usaha ekstra yang perlu dilakukan agar anak-anak super aktif itu bisa tetap istiqomah bermalam di mesjid? Bagaimana supaya anak-anak itu tetap tenang, sementara orang tua atau penghuni mesjid lainnya juga bisa tenang beribadah?

Ternyata anak-anak super aktif ini punya trik agar mereka tidak bosan bermalam di mesjid. Bagaimana? Penghuni di mesjid dekat rumah ini (Mesjid At-Taqwa, Meruya Selatan, Jakarta Barat) memanfaatkan waktu dengan membuat origami dan slime, selain belajar membaca Al-Qur’an. Ya, slime, merupakan mainan kekinian di kalangan anak-anak hingga dewasa.

Selain untuk bermain, menurut bobo.grid.id, slime bermanfaat untuk membuat perasaan menjadi bahagia, menyalurkan emosi, membuat lebih kreatif, dan menghilangkan kejenuhan. Wah, berarti lumayan nih, slime bisa dimain-mainkan kalau lagi emosi dengan drama-drama di kantor. #ehcurcol

Sebagai anak mileneal, mereka pun belajar cara membuat slime dari Youtube. Cara membuat slime versi Youtube yang mereka tonton adalah menggunakan lem cair, GOM, sabun cair, lalu ditambahkan bubuk glitter. Hasilnya adalah mainan kenyak-kenyal seperti lendir yang mudah dibentuk dan berbau harum.

Melihat slime mereka masih berwarna putih, saya coba mengambil stok pewarna makanan di rumah. Pewarna ini sebenarnya untuk membuat kue lebaran. Namun, bolehlah dipakai mereka supaya hidup mereka lebih berwarna. Eh, supaya slime mereka lebih berwarna.

Yayyyy…akhirnya mereka berhasil membuat slime berwarna-warni. Ikutan senang melihat keseruan mereka bertambah.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat slime:
lem cair, GOM, sabun cair, bubuk glitter
Jangan lupa tambahkan pewarna makanan, supaya slime makin berwarna cerah ceria seperti hati kamu… #eeaaa
Warna-warni slime yang makin manis kayak kamu… ada manis-manisnya gitu…

Warna-warni slime yang makin manis kayak kamu… ada manis-manisnya gitu…

Tetapi tunggu dulu… Ketika sampai rumah untuk menulis keseruan membuat slime, saya menemukan satu fakta mengejutkan. Ternyata gom yang dipakai anak-anak mileneal itu adalah nama lain dari boraks. Iya, boraks yang senyawa kimia untuk mengawetkan mayat dan dilarang digunakan untuk makanan. Mengacu dari berbagai sumber di dunia maya, penggunaan boraks/gom ini dapat menimbulkan luka bakar. Selain itu, racun pada boraks dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernafasan, pencernaan, dan kulit. Bahkan, ternyata ada anak kecil yang tidak tahu slime-nya mengandung boraks, dapat tanpa sengaja memasukkan slime ke mulutnya, atau malah dimakan.

Serem banget, kan? Baiklah, lain waktu saya bertemu mereka lagi, akan saya beritahu bahayanya penggunaan gom itu.

Jadi, kalau kakak-kakak mau mempraktekkan membuat sendiri (DIY) slime, pastikan tidak memakai gom, ya…. (@nurulhp)

Ki-ka: si kembar Rini & Rina, Muthia, dan Fiona… sebagian anak-anak mileneal murid Majelis Ta’lim Mesjid At-Taqwa, Meruya Selatan, Jakarta Barat
Tagged on:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.