KANTIN.ID

Daging Kelinci: si Lucu yang Menyehatkan, Lagi Nikmat

PERINGATAN PERTAMA: buat yang gak tega baca judul di atas, please..jangan dilanjutkan. Disekip aja tulisan ini ya, bro, sis…

Banyak yang bilang, kelinci itu hewan peliharaan yang lucu. Tidak suka nyakar, tidak repot mengurusnya. Tapi banyak juga yang bilang, kelinci itu hewan ternak yang enak dan lezat untuk dimakan. Nah, kamu milih mana? Apapun pilihan kamu, sudah lama daging kelinci digemari masyarakat kita. Bahkan, ada yang percaya kalau daging si telinga panjang ini berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tapi, halal tidak sih?

Daging kelinci dapat diolah menjadi berbagai macam makanan. Yang paling populer adalah sate kelinci. Kebanyakan warung sate kelinci ini berada di daerah bersuhu dingin atau pegunungan. Misalnya di Bandung, Jawa Barat dan Malang, Jawa Timur. Tetapi kini, kamu tidak perlu repot-repot bepergian jauh ke spot-spot itu demi menikmati kelezatan daging ini.

Daging kelinci memang terbukti bernilai gizi tinggi. Bayangkan saja, daging ini rendah kandungan lemak dan kolesterolnya. So pasti, daging kelinci menyehatkan dan tidak membuat kamu gemuk. Serat daging kelinci halus dan warna dagingnya sedikit pucat. Maka, ia digolongkan daging berwarna putih, seperti layaknya daging ayam. Daging putih ini berkadar lemak rendah, tapi tinggi glikogen. Selain itu, tulang kelinci lebih tipis, dagingnya halus, dan seratnya pendek. Kelebihan ini memudahkan kita mengunyah panganan olahan daging kelinci. Rasa gurih dagingnya juga tidak setajam ayam dan teksturnya tidak sekeras daging kambing.

Berdasarkan penelitian mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang pada tahun 2002, daging kelinci dapat mengobati asma. Penyakit pernapasan ini dapat sembuh karena daging ini mengandung senyawa kitofenin. Namun, senyawa ini harus dicampur dengan senyawa omega tiga dan Sembilan. Wuih, mulai serius nih. Selain itu, senyawa ini bisa menghasilkan antibodi pada tubuh.  Jadi, tubuh kita tidak mudah sakit. Masalahnya, daging ini tidak boleh dimasak terlalu lama. Suhu pemasakan juga jangan sampai melebihi 150 derajat Celcius. Sebaiknya, kita memilih daging kelinci muda karena lebih cepat matang.

Selain sate, daging kelinci juga dapat diolah menjadi gulai, rendang, bakso, dendeng, dan sosis. Bumbu yang digunakan juga tidak jauh beda dengan bumbu sate ayam, misalnya. Begitu juga dengan baksonya.

Memang lebih mudah menemukan warung sate kelinci daripada yang lainnya. Bandung, Jawa Barat merupakan surganya sate kelinci. Warung-warung sederhana yang menawarkan makanan ini berserakan di daerah Lembang, tepatnya Kampung Batu Reok. Daging kelinci yang digunakan berusia muda, yaitu 4-6 bulan. Uniknya, di sini kita bisa memilih sendiri kelinci yang masih hidup untuk disembelih. Ehm, tega tidak ya untuk menyantapnya?

Daging kelinci sudah dihukumi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sejak April 2006. So, tunggu apa lagi? Yuk, berburu makanan alternatif yang sehat ini! Bond appetite!!!

 

Tempat Makan Daging Kelinci

  • Pondok Sate Kelinci H. Zaenal di Jl. Raya Kalimalang, Jakarta Timur
  • Warung Sate dan Tongseng Jakarta di Jl. Raya Lenteng Agung (akses UI, Depok), Jakarta Selatan
  • Kantin Kelinci di dekat Ruko Hero, Jl. Margonda Raya, Depok
  • Sate Kelinci Galaxy di Grand Galaxy City, Jl. Boulevard Blok BV No. 24, Bekasi Selatan
  • Waroeng Sate Djowo I di Rawa Lumbu, Bekasi Timur
  • Warung Makan (berbagai macam warung sederhana) di Lembang, Jawa Barat yang uniknya bisa memilih sendiri kelinci yang masih hidup untuk disembelih
  • Warung Makan Mbah Ganis di kawasan wisata Tlogo Putri Kaliurang, Yogyakarta
  • Depot Bakso MM di Jl.Kedurus IV a 20 c, Kecamatan Karang Pilang , Surabaya, Jawa Timur
  • Warung Bedjo di Kawasan Jetis Kulon, Surabaya, Jawa Timur
  • Rumah Makan Sate Kelinci di Jl. Patimura No. 106 Batu, Desa Temas, Kec. Batu, Malang, Jawa Timur

 

Kumpulan Resep

Kalau penasaran bagaimana rasa daging kelinci dan mau coba masak sendiri, ada banyak resep-resep pilihan yang cukup mudah untuk dipraktekkan. Mungkin bisa kamu jadikan cooking party sama teman-teman se-geng atau dengan keluarga di rumah.

  • Kelinci Rebus

Bahan-bahan: 600 gr daging kelinci, 6 siung bawang merah dicincang, 1 daun bay (bay leaf), ½ cup seledri cincang, 2 sdt garam, 2 cup wortel yang diiris dadu, 3 buah kentang potong sesuai selera, 3 sdm tepung dan 1 sdt daun parslei cincang

Cara pembuatan: Bersihkan daging kelinci dan rendam dalam air garam. Tiriskan, potong-potong sesuai selera. Masukkan ke dalam panic bersama bawang merah, daun bay, seledri, dan garam. Masukkan air  dan masak dengan diaduk perlahan sampai daging empuk, kira-kira selama dua jam. Masukkan wortel dan kentang sampai sayuran matang. Masukkan campuran tepung dengan air biasa. Campur perlahan dengan rebusan tadi. Sesudah mengental, tambahkan parslei cincang. Sajikan, deh!!!

  • Paella Kelinci

Bahan-bahan: Daging kelinci, Beras cuci bersih tiriskan, 1 buah wortel iris memanjang, Sweet pepper iris, Saffron threads rendam air panas, 2 siung bawang putih iris, Minyak zaitun, Air secukupnya, Garam dan Merica

Cara pembuatan: Panaskan sedikit minyak zaitun, lalu masak daging kelinci sampai matang atau sampai mengeluarkan kaldu. Angkat. Dengan minyak yang sama, tumis bawang putih sampai harum. Tambahkan irisan sweet pepper, tumis lagi sampai matang. Masukkan irisan wortel, masak sebentar. Tambahkan air, saffron, garam, merica dan beras. Aduk rata, kecilkan api dan masak sampai air nyaris habis. Masukkan kembali daging kelinci, aduk rata lalu pindahkan ke rice cooker. Sajikan panas, biar lebih mak nyusss

  • Bakso Kelinci

Bahan-bahan: 250 gr daging kelinci segar, 75 gr es batu, 8 gr garam dapur, 3 gr penyedap rasa, 0,5 gr merica, 25 gr tepung tapioka, 0,75 gr STP (Sodium Tripoly Pospat)

Cara Pembuatan: Buang lemak dan jaringan ikat (urat) yang menempel pada daging, kemudian tambahkan garam dan es yang telah dihaluskan dengan menggunakan “cutter” (penggiling/pemotong daging –Red.) selama 1 menit. Kemudian masukkan tepung tapioka, merica ke dalam adonan daging, lalu putar selama 1 menit. Adonan yang telah lengket didiamkan selama 30 menit sampai 1 jam (kalau bisa disimpan di lemari es). Selanjutnya rebus air dalam panci sampai mendidih, setelah mendidih kecilkan atau matikan api. Siapkan adonan dan bentuk menjadi bulatan dengan bantuan sendok, masukkan ke dalam air yang telah mendidih tersebut. Angkat bulatan bakso yang telah mengambang dan berubah warna menjadi keabu-abuan. Kemudian rebus kembali selama 10-15 menit. Tiris dan sajikan bakso. Bisa juga diolah dengan berbagai menu masakan.

Sumber: berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.