KANTIN.ID

Akhir Pekan Seru Penggemar Warisan Kuliner Nusantara

Kalau sedang dinas ke luar kota, saya senang wisata kuliner. Makanya saya cocok banget kalau dinas luar bareng Kaka Nurul. Ia suka googling kuliner khas daerah atau rekomendasi dari teman. Bahkan Kaka Nurul dan saya pernah kalap makan kepiting di Balikpapan, sampai pusing dan nge-fly. Wkwkwk…
Meskipun orang butuh makan dan merasa lapar kalau tidak makan, gak semua orang senang wisata kuliner. Apalagi kalau gak ada yang traktir. Ada yang prinsipnya makanan itu enak kalau gratis. Ada yang setiap ke luar kota makannya bakso terus. Ada yang nyarinya nasi padang meskipun dinasnya ke Indonesia bagian timur. Ada juga yang makan soto ayam meskipun lagi dinas ke daerah kepulauan. Ada lagi yang ke luar negeri bawa Indomie. Wkwkwk
Rekomendasi kuliner biasanya saya dapat dari website kuliner, aplikasi kuliner, blog kuliner, Instagram influencer kuliner, dari teman sendiri yang unggah di media sosial atau rekomendasi dari teman yang sharing di grup Whatsapp.
Akhir pekan kemarin, saya lihat dari Instagram ada seorang influencer kuliner yang unggah tentang Festival Jajanan Bango 2018 (FJB/#fjb2018), di Thamrin 10 Park and Ride, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Pas banget di lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB/car free day (CFD)), pas juga saya dan mamah pingin jalan-jalan di lokasi CFD. Jadi lah Minggu pagi, 15 April 2018 kami berkunjung ke FJB.

Sesuai jadwal sih buka jam 7.00 wib tapi sampai saya berdiri di depan loket jam 7.07 pun belum bisa melayani pengunjung. Mungkin panitianya banyak yang bangun kesiangan karena sehari sebelumnya juga sudah buka sampai malam. Atau mungkin masakan di dalam masih belum pada matang.

Tiket masuk per orang Rp.10.000,- mendapatkan produk kecap Bango botol kecil. Setelah berdiri ngantri di loket agak lama dan mendapatkan tiket yang berbentuk kipas, saya minta kecap bangonya dikasih sebelum saya masuk, meskipun sudah disarankan setelah keluar saja untuk sekalian mengambil souvenir. Kemudian tiket yang berbentuk kipas digunting sedikit dan saya pun dikasih kecap Bango.


Setelah sampai di gerbang masuk FJB dan foto, security berbadan besar malah bilang kalau tiket kipas yang saya pegang itu adalah tiket kemarin, karena sudah digunting dan gak bisa lagi.
Mau marah donk saya difitnah (atau dituduh atau di-zholimi, ya lebay dikit lah…) sama security yang berbadan besar tapi kurang wawasan itu. Berhubung saya orangnya sabar, kalem, cantik, penuh percaya diri, dan manis kayak kecap Bango, saya pun mengabaikannya sambil terus jalan, karena kalau saya sudah punya tujuan maju ke depan maka susah ngeremnya kecuali sudah sampai di tujuan,
“Lah… lha wong saya baru datang hari ini koq,” kira-kira seperti itu lah.
Terus ya sudah gitu aja, koq. Gak pakai drama adegan debat kusir, pembuktian botol kecap, provokasi pengunjung lain untuk ngeroyok security itu, atau  pemeriksaan saksi di Bareskrim segala. Saya kan beda dengan orang-orang yang saya kenal di kantor yang kehidupannya penuh drama.

Ragam Kuliner Nusantara

Meskipun usia kecap Bango sudah 60 tahun, festival kuliner ini lumayan kekinian. Di dalam, selain ada 83 stand kuliner yang menjajakan makanan, ada juga spot foto yang Instagramable. Jadilah foto-foto dulu. Gak bawa tongsis gak masalah. Kan ada tongbro yang bisa dimintai tolong untuk fotoin kita,
Bro, bisa tolong fotokan kami?” kira-kira seperti itu.
Di spot tebak bumbu, ada wadah seperti wadah bedak tabur bayi yang bisa kita hirup. Di bawahnya ada kartu yang tertutup. Hirup aromanya, bumbu apa itu. Buka kartunya untuk melihat jawaban yang benar.

Berhubung semalam sebelumnya saya sudah lihat daftar kuliner yang tersedia di website FJB, jadi saya sudah punya daftar kuliner yang mau saya konsumsi. Apasaja kuliner pilihan saya dan keseruan lainnya, saya tulis di artikel selanjutnya yes.

Lida Noor Meitania

Menyukai kuliner dan kucing. Murah senyum tapi jarang menyapa kalau tidak disapa lebih dahulu. Kalau ketemu di jalan, sapa ya.

2 thoughts on “Akhir Pekan Seru Penggemar Warisan Kuliner Nusantara

  1. Saya kan beda dengan orang-orang yang saya kenal di kantor yang kehidupannya penuh drama.

    copas lagi ah

    Saya kan beda dengan orang-orang yang saya kenal di kantor yang kehidupannya penuh drama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.