“Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menciptakan cashless society, yaitu terciptanya sebuah budaya bertransaksi yang tidak menggunakan uang tunai sebagai alat pembayaran namun akan diperkenalkan mekanisme menggunakan uang elektronik sebagai alat untuk transaksi pembayaran”, kata Ibu Siti Meiningsih, Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada sambutannya di acara Sosialisasi Aplikasi t-money Kominfo, dalam rangka peringatan Hari Kartini Tahun 2018, Jumat, 13 April 2018.

Siti Meiningsih, Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan sambutan di acara Sosialisasi Aplikasi t-money Kominfo, dalam rangka peringatan Hari Kartini Tahun 2018, Jumat, 13 April 2018.

Acara sosialisasi ini merupakan kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (PT Telkom) yang berlangsung di Ruang DR. H. Roeslan Abdulgani (ruang serba guna) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jalan Medan Merdeka Barat No.9, Jakarta Pusat. Sosialisasi dihadiri oleh perwakilan pegawai dari satuan kerja di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Direktur Koperasi Kreasi Indonesia Hebat (KKIH) dan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) beserta anggota dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kominfo serta anggota yang akan memeriahkan bazar Hari Kartini.

Implementasi perdana penggunaan t-money Kominfo ini akan digunakan pada transaksi di bazar yang akan digelar pada tanggal 17 sd 19 April 2018 di selasar Gedung Annex Kementerian Komunikasi dan Informatika. Berbagai produk berkualitas hasil tani seperti buah, sayur, ikan segar, aneka kuliner, sembako, dan fashion akan ditawarkan di bazar.

Selain itu t-money Kominfo dapat digunakan pula untuk transaksi di kantin Kementerian Kominfo, minimarket Dewe di samping kantin, dan masjid At Taqwa Kominfo untuk infaq. Ke depannya penggunaan t-money ini merupakan sarana berkelanjutan pembayaran non tunai  di seluruh outlet atau merchant yang menyediakan layanan transaksi berlogo t-money.

“Ibu Kita Kartini membuka peradaban baru di Indonesia, bagaimana memperjuangkan wanita supaya tidak terpinggirkan. Wanita Indonesia menjadi terbuka langkahnya menjadi lebih maju dan lebih beradab,” kata Bapak Lala M. Kolopaking, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya dalam sambutannya sekaligus membuka acara sosialisasi.

“Dengan sosialiasasi hari ini menjadi awal dasar kita membuka diri melakukan transaksi cashless. Digital itu efisien, mudah, dan aman. Dengan transaksi cashless tentunya menjadi aman dan nyaman karena mudah mengoperasikannya, jumlahnya tepat tanpa kembalian serta aman. Efisiensi karena membantu Negara mengurangi pengeluaran mencetak uang,” katanya melanjutnya.

Fajar Eri Dianto mengajak Kementerian Kominfo untuk menggunakan t-money dalam bertransaksi

Selanjutnya Bapak Fajar Eri Dianto dari PT Telkom mengajak peserta sosialisasi untuk berpikir secara digital, yang berarti berpikir secara cepat dan praktis.

“Tidak ada yang bilang ah itu kan anak zaman now. Bukan begitu, ya. Sekarang kita sebagai orang tua zaman now harus bisa bagaimana caranya bayar cicilan dan bayar listrik dengan aplikasi. Apalagi setiap bangun tidur yang dicari hp-nya dulu,” kata pria yang juga Relawan TIK.

“Dompet ketinggalan tidak masalah asalkan jangan hp yang ketinggalan, karena uangnya elektronik dipakai transaksi menggunakan hp. Meskipun uangnya bukan di hp, tapi di cloud atau di awan,” kata Pak Fajar menjelaskan.

Pak Fajar dan tim memandu peserta untuk mengunduh aplikasi t-money Kominfo melalui Dropbox karena belum diunggah di Playstore. Selanjutnya peserta melakukan registrasi melalui aplikasi tersebut dengan menggunakan email dan nomor telepon. Setelah menerima konfirmasi melalui email, selanjutnya mengisi kertas formulir dan menyerahkan KTP kepada timnya Pak Fajar untuk di-top up sebesar Rp.50.000,- secara gratis.

Peserta yang berhasil mengunduh aplikasi t-money Kominfo mengantri untuk mendapatkan top-up gratis

Setelah top up terisi, peserta bisa membeli Chatime seharga Rp.25.000,- per gelas menggunakan t-money Kominfo. Berhubung saya masih konsisten tidak minum minuman yang mengandung gula dalam rangka menurunkan berat badan ala #kominfosehat2018, jadi saldo yang baru di-top up saya simpan saja untuk transaksi bazar tanggal 17 sd 19 April 2018.

Belanja Chatime menggunakan aplikasi t-money Kominfo

Untuk top up selanjutnya bisa dari rekening bank maksimal Rp.10 juta sesuai yang diizinkan Bank Indonesia. Sedangkan untuk belanja apa saja maksimal sebesar Rp.20 juta per bulan. Jika lebih dari 20 juta sebulan maka otomatis akan masuk di rekening kita.

“Perjalanan dinas Telkom sudah menggunakan t-money, kalau gaji masih di rekening bank. Awalnya karyawan protes, namun akhirnya senang karena t-money dipegang sendiri sedangkan rekening gaji dipantau istri,” kata Pak Fajar memberikan inspirasi bagi Kementerian Kominfo dalam menggunakan t-money Kominfo untuk pembayaran uang perjalanan dinas.

Jika diizinkan bisa ada konter CICO (cash in cash out) di Kementerian Kominfo, sehingga pengguna t-money Kominfo bisa tarik tunai atau top up tanpa rekening bank.

Saat ini t-money sudah ada 428 biller PPOB, 4012 merchant, 72 co-branding, dan agen CICO.

Semoga dengan aplikasi t-money Kominfo bisa menambah transaksi nontunai dan menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan antikorupsi

“Ke depannya bisa saja nanti untuk membuka pintu gerbang Kominfo dengan menggunakan aplikasi,” kata Pak Fajar.

Kalau saya sih gak mau muluk-muluk lah, apalagi melihat kondisi generasi yesterday dan generasi now di Kementerian Kominfo. Bukan usia, jabatan, atau tingkat pendidikan yang saya khawatirkan. Apalagi berat badan. Eh… Tapi lebih ke mindset atau pola pikirnya masing-masing individu yang ogah bermigrasi ke transaksi nontunai apalagi menggunakan aplikasi, karena sudah nyaman dengan kebiasaan-kebiasaan zaman yesterday.

Padahal aplikasi serupa t-money ini bukan barang baru banget. Toh sudah ada antara lain e-cash dari Bank Mandiri, t-cash dari Telkomsel, Yap! dari BNI, PayPro, OVO, Dompetku, dengan promo dan poin yang menarik untuk pelanggan setianya.

Kita tunggu saja apa menariknya dari menggunakan aplikasi t-money Kominfo. Apakah nanti akan ada promo beli 1 gratis 1 kalau beli gado-gado (beli 1 porsi gado-gado bonus 1 plastik kerupuk dan 1 plastik sendok) atau beli 1 porsi mie ayam bonus 1 pangsit goreng, atau beli nasi padang bonus sayur daun singkong?

Semoga saja dengan aplikasi t-money Kominfo ini bisa menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan antikorupsi.

Sosialisasi aplikasi t-money Kominfo ditutup dengan demo manual brew kopi dari Caribou Coffee. Harum kopi pun membuai saya, seorang penikmat aroma kopi.

Lalu apa hubungannya peringatan Hari Kartini, aplikasi nontunai, dan kopi? Masih ingat lagu Ibu Kita Kartini kan.

Ibu Kita Kartini, putri sejati

Putri Indonesia, harum namanya

Peserta Sosialisasi t-money Kominfo mencoba membuat kopi dengan cara manual brew bersama barista Caribou Coffee