KANTIN.ID

Pranata Humas Belajar Fotografi dengan Smartphone

Suka kesel gak sih kalau jauh-jauh liputan buat naikin berita atau artikel tapi gak ada fotonya karena yang bawa kamera terlambat datang atau malah lagi ada liputan di tempat lain?

Ada yang pernah liputan tapi mesti bawa-bawa kamera sendirian? Belum lagi diminta sama atasan harus cepet ngirim fotonya. Padahal kan mesti ditransfer ke komputer dulu. Kalau bawa laptop tambah berat aja saingan sama berat beban hidup. Nah, saya tahu banget deh tuh rasanya bagaimana.

Sewaktu saya usulkan ke Ibu Siti Meiningsih, Plt. Direktur Komunikasi Publik, untuk mengadakan workshop fotografi dengan smartphone bagi pemangku jabatan fungsional Pranata Humas, beliau setuju.
“Mesti belajar motret yang benar. Karena selama ini adanya foto-foto dokumentasi saja yang asal jepret untuk laporan,” kata Ibu Plt. Direktur Komunikasi Publik yang akrab dipanggil Bu Mei.

Bersama Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas), Direktorat Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika mengadakan Workshop Humas Digital Belajar Fotografi dengan Smartphone, yang merupakan rangkaian program Kelas Belajar Pranata Humas.

Workshop diselenggarakan Hari Jumat, 6 April 2018 di Hotel Sahira Butik Bogor dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang Pranata Humas ditambah beberapa orang panitia.

Setelah workshop dibuka oleh Kasubdit  Pembinaan Profesi Komunikasi Publik, Drs. Sudjatmiko, MM, mewakili Ibu Mei, saya menyampaikan tugas dan fungsi Seksi Fasilitasi Profesi Komunikasi Publik selaku panitia workshop, manfaat fotografi bagi Pranata Humas dan kesempatan mendapatkan hadiah bagi peserta dengan hasil foto terbaik.

Menurut saya, manfaat fotografi bagi Pranata Humas, antara lain:
a. sebagai pendukung dalam melaksanakan tugas sesuai butir kegiatannya. Misal butir “Membuat artikel atau opini untuk penerbitan internal” kode II.C.8, selain membuat artikel atau opini sebaiknya Pranata Humas juga menyediakan foto sebagai pendukung visualisasi artikelnya.
b. Berkreasi sekaligus mengikuti lomba antara lain ASN Zaman Now dari Kemenpanrb.

Workshop yang merupakan rangkaian program Kelas Belajar Pranata Humas ini menerapkan prinsip “fun and sharing” sehingga di awal acara setiap peserta diwajibkan untuk follow akun media sosial Twitter dan Instagram Kementerian Kominfo (Twitter: @kemkominfo, IG: kemenkominfo), Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik (Twitter & IG: djikp) dan Iprahumas (Twitter & IG: pranatahumas), dan unduh aplikasi Snapseed yang akan dipelajari selama workshop.

Foto hasil workshop diunggah oleh masing-masing peserta melalui akun instagram masing-masing dengan tagar #humasdigital.

Kang Dudi menyampaikan tips fotografi dengan smartphone yang bermanfaat bagi Pranata Humas dalam melakukan peliputan.

Awal presentasinya, Dudi Iskandar atau yang akrab dipanggil Kang Dudi, menyampaikan prinsip yang harus ditanamkan oleh peserta, yaitu:
“foto yang paling baik adalah foto yang di-share. Sedangkan foto yang jelek adalah foto yang tersimpan di harddisk

Menurut Kang Dudi, sampai saat ini media sosial yang paling cocok untuk mengunggah atau berbagi foto adalah Instagram. Foto bagus yang sering diunggah di Instagram tidak mesti hasil kamera DSLR. Zaman sekarang, dari hasil pengamatannya selama 2 tahun terakhir, kamera pada smartphone semakin bagus, tinggal ditambah saja jam terbangnya. Tehnik fotografi bisa dipelajari sambil motret. Ini tips fotografi menggunakan smartphone dari Kang Dudi:

1. bersihkan lensa kamera
2. ‎kenali fitur
3. ‎pilih resolusi tinggi
4. ‎atur jarak ideal
5. ‎pengaturan cahaya
6. ‎perhatikan background
7. ‎coba berbagai sudut
8. ‎perbaiki dengan software digital.

Hasil foto yang diunggah peserta di IG dengan tagar #humasdigital ada sekitar 45 foto.

“Cita Rasa Nusantara” foto karya Imam Suryanto, Kementerian Perdagangan.
“Cinta Indonesia” karya Tjetje Djumhana, Puslitbangtek MIRA Kementerian ESDM di Bandung, yang menggambarkan aktifitas pengemis yang mengharap sedekah dari jamaah shalat Jumat.

Kang Dudi mengevaluasi hasil foto yang diunggah peserta dan memilih 3 foto terbaik, yaitu:

1. Imam Suryanto (Kementerian Perdagangan)
2. ‎Auliyana (Kementerian Kesehatan)
3. ‎Tjetje Djumhana (Kementerian ESDM – Bandung)
Ketiga pemenang masing-masing mendapatkan tas dan flashdisk OTG dari panitia.

Terima kasih teman-teman Pranata Humas yang sudah datang untuk belajar bersama. Semoga fotonya tambah cetar, yes. Kini saatnya kita banjiri media sosial dengan konten positif.

Lida Noor Meitania

Menyukai kuliner dan kucing. Murah senyum tapi jarang menyapa kalau tidak disapa lebih dahulu. Kalau ketemu di jalan, sapa ya.

2 thoughts on “Pranata Humas Belajar Fotografi dengan Smartphone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.