KANTIN.ID

tempat bermain dan belajar

Pranata Humas Zaman Now Belajar Nge-Vlog

Minggu pagi (25/3), Pranata Humas yang tergabung dalam Ikatan Pranata Humas Indonesia belajar nge-vlog bareng Teguh Sudarisman, founder Penulis Pengelana dan VloggerID di halaman parkir Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dari pukul 7.00 sampai dengan 10.30 WIB, sengaja bertepatan dengan kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (car free day) di Jakarta.

“Workshop Vlog dengan Smartphone: Pranata Humas Anti Hoaks” yang diselenggarakan oleh Direktorat Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika ini saya buka mewakili Ibu Plt. Direktur Komunikasi Publik.

Pranata Humas zaman now menghadapi tantangan maraknya hoaks di media sosial di era keterbukaan informasi publik, saya sampaikan saat membuka acara workshop (Foto: Wulan W)

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), terdapat 3,252 konten negatif di Twitter yang dilaporkan, termasuk Google dan Youtube, terdapat 1.204 konten negatif. Pada 2016, Kominfo menerima 3.211 laporan aduan konten negatif di Twitter. Sementara di tahun 2017, media sosial tersebut meningkat drastis jumlah laporannya mencapai 521.407. Khusus untuk bulan Agustus saja, ada 521.350 laporan yang berkaitan dengan Twitter. Facebook, Instagram, YouTube, dan Telegram juga sering dilaporkan memiliki konten negatif di dalamnya.

Di sisi lain, era keterbukaan informasi publik mewajbkan kementerian dan lembaga sebagai badan publik untuk menyediakan informasi publik, dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Maraknya konten negatif, termasuk hoaks, di era keterbukaan informasi publik ini lah yang menjadi tantangan Pranata Humas zaman now.  Di sisi lain, era keterbukaan informasi publik mewajbkan kementerian dan lembaga sebagai badan publik untuk menyediakan informasi publik.

Mengapa vlog? Menurut saya, vlog merupakan media kekinian di zaman now guna mendapatkan perhatian publik khususnya warga net (netizen), yang tidak hanya dilakukan oleh anak muda tetapi juga Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan menterinya seperti Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Membuat vlog tidak perlu dengan peralatan yang mahal harganya, cukup dengan smartphone Android, kata Teguh Sudarisman (Foto: Lida Noor)

“Membuat vlog tidak perlu dengan peralatan yang mahal harganya, cukup dengan smartphone Android dengan spesifikasi RAM minimal 3 GB,” kata Teguh Sudarisman.

Sebelum tiba di lokasi acara, peserta telah diminta untuk mengunduh aplikasi Power Director, Legend (text animation), FilmoraGo, dan Snapseed. Selain itu, peserta juga membawa alat dukung lainnya seperti tripod. Sedangkan alat dukung lainnya seperti mikrofon, headphone, dan lampu portable bisa dibeli peserta di toko online dengan harga terjangkau.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti menjadi narasumber pada talkshow anti hoaks. (Foto: Lida Noor)

Kemudian, peserta diberi waktu untuk mengambil beberapa gambar video sekitar 10 detik acara Talkshow Anti Hoaks, dimana Ibu Rosarita Niken Widiastuti, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik menjadi narasumber bersama Prof. Franz Magnis Suseno dan Syamsul Qomar, Tenaga Ahli Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Setelah itu, peserta mengedit video menggunakan aplikasi Power Director, dipandu Mas Teguh, dan diunggah di akun Instagram pribadi mention akun kemenkominfo, djikp, dan pranatahumas, dengan tagar #humasantihoaks dan #humasantihoax. Ini hasil vlog buatan saya, klik di sini.

Hasil vlog peserta terbaik mendapatkan hadiah power bank,sedangkan peserta yang bisa menjawab kuis mendapatkan hadiah tripod dari panitia.

Tidak lupa di akhir acara peserta berfoto dengan Ibu Dirjen IKP.

Peserta “Workshop Vlog dengan Smartphone: Pranata Humas Anti Hoaks” berfoto dengan narasumber, Teguh Sudarisman, dan Ibu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik, Rosarita Niken Widiastuti. (Foto: Teguh Sudarisman)

« »

© 2018 KANTIN.ID. Theme by Anders Norén.