Akhir Pekan Kekinian di Chinatown Bandung

4
125
views
Chinatown Bandung, wisata kekinian di Bandung
Chinatown Bandung, wisata kekinian di Bandung

Pertama tahu Chinatown di Bandung gegara liat foto yang diunggah Walikota Bandung, Ridwan Kamil atau yang akrab dipanggil Kang Emil, di media sosial. Keren banget nih tempatnya. Instagramable banget. Kekinian ala kids zaman now.

Bulan Desember 2017, saya ke Chinatown Bandung, Jalan Kelenteng No.41, Bandung, bersama ibu saya. Buat kalian dari luar Bandung yang mau ke sini gampang banget. Cari saja Chinatown Bandung di Google Map. Ada koq. Siap-siap macet ya. Di daerah pecinan itu macet. Kalau kalian tidak bawa kendaraan, lebih gampang lagi. Tinggal order taksi atau ojek online seperti Gojek, Grab, dan Uber. Nanti juga sampai di tujuan.

Mengunjungi Chinatown Bandung, harus beli tiket masuk sebesar Rp.20.000,- untuk dewasa, hari Sabtu dan Minggu. Bagi yang belum dewasa, tiket masuknya lebih murah. Kalau hari Senin sampai dengan Jumat cukup bayar Rp.10.000,- Selain tiket, dapat pin Chinatown Bandung juga.

Kalian yang bawa gembolan tas, tidak perlu dibawa keliling. Bisa dititipkan di satpam, bayarnya Rp.5.000,- aja tanpa karcis.

Chinatown Bandung buka setiap hari. Hari Senin sd Jumat buka dari jam 11.00 sampai dengan jam 22.00 WIB. Hari Sabtu buka dari jam 11.00 sampai dengan jam 23.00 WIB. Sedangkan Hari Minggu buka dari jam 10.00 sampai dengan jam 22.00 WIB. Saat kami datang cuaca lagi bagus-bagusnya. Banyak sinar matahari alias panas. Awan lewat cuma kadang-kadang aja. Jangan khawatir, disediakan payung berwarna merah yang bisa kamu pakai kalau kepanasan dan kehujanan.

Di sebelah kiri pintu masuk, ada museum Chinatown yang memajang beraneka produk khas China dari zaman dahulu kala.

Di sini juga banyak spot kece yang bisa memuaskan hasrat kalian foto-foto ala kids zaman now. Kalau masih belum puas, ada juga foto berbayar dengan menggunakan pakaian china. Bayarnya sekitar Rp.50.000,- untuk baju anak-anak dan Rp.75.000,- sampai dengan Rp.150.000,- untuk baju dewasa model kaisar China. Kalian bisa berfoto seperti di China di atas jembatan merah dengan mengenakan pakaian sewaan itu. Kece lah buat pajang foto di Instagram.

Pengunjung Chinatown Bandung berfoto dengan menggunakan pakaian khas China
Pengunjung Chinatown Bandung berfoto dengan menggunakan pakaian khas China

Meskipun kece kekinian ala Instagram, ternyata bangunan Chinatown Bandung ini adalah bioskop sejak 19 Mei 1938. lho. Tulisan seperti ini bisa kalian temukan di dekat loket tiket:

“De eerse steen is gelegd door. Kwee liang an. Voorzitter. 19 Mei 1038. Arch. Ir. Max van Stoolen c.i. Aann Lioe A Tjin.”

Artinya apa? Saya juga gak tahu artinya apa. Mungkin Mas Filmon tahu. Dia kan penerjemah, kuliah di Belanda.

Bangunan Chinatown Bandung telah ada sejak 19 Mei 1938
Bangunan Chinatown Bandung telah ada sejak 19 Mei 1938

Ada juga tempat bermain anak di ruang terbuka. Tapi karena saat saya datang masih siang dan panas, tidak ada anak-anak yang bermain.

Buat pengunjung yang beragama Islam, disediakan juga mushola.

Di Chinatown menyediakan beragam kuliner pecinan seperti dimsum dan nasi hainan. Ada juga makanan khas Bandung seperti siomay, batagor, bola ubi, maupun makanan khas daerah lainnya seperti bebek betutu dan tumpeng mini.

Pengujung juga bisa berbelanja cinderamata seperti batik, baju khas china, wayang cepot, pernak-pernik bermotif ayam jago, maupun cinderamata bertuliskan Chinatown Bandung.

Saat-saat tertentu ada live music di ruang terbuka. Sayangnya saat saya kesana tidak ada live music atau acara apa pun. Tapi tetap menarik sih. Kalau ada acara di sini malah mungkin terlalu padat pengunjungnya sampai susah mau foto dan parkirin bokong.

Semua transaksi di Chinatown Bandung menggunakan Kartu Flazz BCA dan kartu debit bank apa saja. Karena saya sudah punya Kartu Flazz, maka saya tinggal top up tunai saja di konter yang tersedia. ATM BCA juga ada di dalam Chinatown. Kalau yang belum punya Kartu Flazz bisa beli edisi Chinatown Bandung bergambar barongsai.

Toko Cemilan di Chinatown Bandung
Toko Cemilan di Chinatown Bandung

Sebelum pulang, sempatkan beli cemilan cepuluh sebelum pintu keluar. Saya sih suka keripik pedas ala Bandung. Kalau ibu saya sukanya manisan buah. Ada juga permen buah-buahan yang imut-imut lucu.

Tertarik untuk mengunjungi pecinan di Bandung atau pecinan di kota kalian? Saya tunggu ya kisahnya.

 

4 COMMENTS

  1. Wah, foto-fotonya memang instagrammable. Keren, masuk di daftar tempat yang harus dikunjungi. Tks sudah mengulas.
    Arti tulisan di plakat ā€œDe eerse steen is gelegd door. KWEE LIANG AN. Voorzitter. 19 Mei 1038. Arch. Ir. Max van Stoolen c.i. Aann Lioe A Tjin.ā€ dalam Bahasa Indonesia adalah “Peletakan batu pertama dilakukan oleh. KWEE LIANG AN. Ketua. 19 Mei 1938. Arsitek. Insinyur Max van Slooten c.i. Kontraktor Lioe A Tjin.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here