Bertemu Setan di Australia!

1
251
views

Sebagai seorang anak desa dari Kelurahan Trosobo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo banyak cerita mistik yang pernah kudengar. Tidak hanya itu, aku juga mendengar banyak setan di Australia dari televisi. Australia dalam benakku adalah sebuah negara benua yang memiliki padang gurun yang luas di tengahnya. Jadi, aku pikir hewan dan tumbuhan-tumbuhannya pasti khas padang gurun tandus—diperkuat dengan latar film Nicole Kidman dan Hugh Jackman berjudul Australia.

Sudah lama, aku ingin berkunjung ke benua ini. Tapi apa daya, sebagai abdi negara dari keluarga abdi negara juga tentu tidak bisa terbang ke sana dengan mudah. Namun, aku ingat bahwa ayahku yang merupakan pelaut TNI AL pernah berlayar ke Australia untuk sebuah misi. Aku ingat ada fotonya di album foto di rumah orang tuaku.

Kesempatan bagiku akhirnya datang juga saat aku mendapatkan Australia Award Fellowship 2017 untuk mempelajari bidang penerjemahan dan penjurubahasaan di Monash University. Kami tidak hanya dijadwalkan untuk belajar di kelas saja namun juga rekreasi mengenal budaya dan alam Australia. Di situlah, cerita pertemuanku dengan setan itu dimulai.

Healesville Sanctuary

Healesville Sanctuary adalah sebuah suaka satwa yang terletak sekitar 1 jam perjalanan dari Melbourne. Tempat ini menjadi rumah bagi hewan khas Australia. Akhirnya, hewan-hewan yang biasanya kulihat di depan televisi dan di majalah bisa kulihat dengan mata kepala sendiri.

Pertama-tama, aku bertemu dengan emu—burung terbesar kedua yang masih hidup di dunia. Hewan ini adalah burung endemik Australia. Emu yang masih bersaudara dengan kasuari—burung khas Papua—ini sedang berjalan mondar mandir ketika kami datangi.

Selanjutnya, aku bergegas untuk bertemu dengan salah satu hewan favoriku: koala. Sayangnya, hewan pemalu ini sedang tidur siang di atas pohon saat kudatangi.

Sasaran ketiga adalah tentu saja kanguru. Simon—salah satu fasilitator kami dari Monash University—bercerita bahwa kanguru berbulu merah adalah jantan pemimpin kawanan. Jika berdiri, ia bisa mencapai setinggi pria dewasa dan bisa sangat berbahaya. Aku kemudian ingat sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan seorang pria dewasa bertinju dengan seekor kanguru.

Hewan keempat adalah platypus. Hewan unik ini memiliki paruh mirip bebek dan mempunyai kemampuan berenang dan menyelam di dalam air. Ia berenang cukup gesit dan lincah di dalam akuarium buatan yang menyerupai habitat aslinya. Sayangnya, aku kesulitan mengambil fotonya di dalam akuarium yang gelap.

Hewan kelima adalah karakter favoritku dalam film-film kartun Looney Tunes. Dalam kartun tersebut, dia suka marah, berliur, makan semua barang, dan membuat angin tornado untuk bepergian. Dia dinamai berdasarkan suaranya yang sangat menakutkan di Tasmania—tempat asalnya. Siapakah dia? Dialah setan tasmania atau ‘tasmanian devil’. Sally—salah satu fasilitator Monash University—mengatakan bahwa hewan ini tengah menghadapi wabah penyakit berbahaya yang menyerang wajah setan tasmania. Banyak pihak tengah berusaha keras memerangi wabah penyakit ini. Itulah pertemuanku dengan setan di Australia.

Royal Botanic Gardens Melbourne

Selain hewan, aku tertarik untuk mengenal lebih dekat tanaman khas Australia. Aku kemudian mengunjungi Kebun Raya Victoria di Melbourne. Kami datang di saat yang tepat karena banyak warga menghabiskan waktu senggangnya di kebun raya di hari yang cerah ini.

Menariknya, kebun raya yang didirikan pada tahun 1800an ini ternyata diprakarsai seorang warga negara Jerman—Kebun Raya Bogor diprakarsai oleh Gubernur Jenderal Inggris. Unik!

Kebun yang indah ini menyimpan banyak jenis bunga, pohon, dan tanaman perdu. Aku memang bukan ahli botani tapi sepertinya sebagian tanaman mirip dengan flora daerah Nusa Tenggara Timur.

Kebun raya ini adalah tempat favorit warga dan wisatawan di Melbourne. Kebun raya ini digunakan untuk pesta ulang tahun, pesta pernikahan, penelitian, olah raga, piknik dll. Aku tidak bertemu setan di tempat ini. Belum.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here