Ini Wajah Baru Perpustakaan Nasional, yang Diresmikan Jokowi

0
155
views

Pertama kali ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat, sekitar 9 tahun lalu. Waktu itu masih CPNS penempatan di BIP newsroom dan ditugaskan untuk latihan liputan ke Perpusnas.

Ternyata saat itu Perpusnas bikin betah saya dan Filmon, karena suasananya terang dan modern tidak seperti di Perpusnas Jl. Salemba Raya. Saking terkesannya dengan Perpusnas, Filmon dan Rista, istrinya, foto-foto pra wedding di situ.

Setiap pergi dan pulang kantor, saya melewati Perpusnas. Selama sekitar 3 tahunan Perpusnas direnovasi besar-besaran, rasa penasaran akan wajah Perpusnas yang baru itu selalu muncul.

“Bakalan seperti apa ya Perpusnas yang baru?” batin saya.

Akhirnya penantian pun terbayarkan. Kamis, 14 September 2017 lalu, Perpusnas diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Pendidikan Nasional, Muhadjir Efendi, Kepala Perpustakaan Nasional, Muh. Syarif Bando, dan Gubernur DKI Jakarta Djarot  Saiful Hidayat. Melihat tulisan dan foto-foto peresmian Perpusnas yang diunggah teman-teman komunitas dongeng dan komunitas blogger bikin saya jadi pingin singgah di Perpusnas.

Senin, 18 September 2017 lalu, saya mampir ke Perpusnas yang diklaim sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia. Bayangkan saja Perpusnas berdiri di atas lahan seluas 11.975 meter persegi dengan luas bangunan 50.917 meter persegi, bangunan setinggi 126,3 meter dengan 24 lantai dan 3 basement.

Bangunan perpustakaan yang tinggi dengan rupa persegi seperti jendela mengartikan perpustakaan adalah Jendela Dunia (The Window of the World). Perpustakaan yang menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat Indonesia dan dunia.

Ada apa saja di Perpusnas? Ini direktori di setiap lantai:

 

Lantai 1: Lobby Hall dan Display

Lukisan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, karya Kang Rosid, pelukis dari Bandung.
Lukisan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, karya Kang Rosid, pelukis dari Bandung.

Di lantai 1 ini, dipamerkan lukisan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan semua mantan Presiden yang pernah memimpin republik ini, karya Kang Rosid. Saat saya mengagumi dan memotet lukisan yang dipamerkan, sejenak saya lupa sedang di perpustakaan, saya pikir sedang di galeri seni.

“Itu lukisan Kang Rosid, ya? Kalau gak di Rumah Seni Rosid, Galeri Rosid, ya Platform3 ” tanya Wisnu, teman SMA saya, mengomentari status Whatsapp yang saya unggah.

“Gue gak tahu ini lukisannya siapa. Gak perhatiin caption-nya. Lokasi yang  lo sebutin semuanya salah. Tettttoootttttt. Itu di Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, yang baru buka setelah renovasi besar-besaran. Deket kantor gue nih, bukan yang di Salemba Raya dekat Universitas Indonesia,” jawab saya panjang lebar.

“Iya, itu lukisan bapak kos gue. Bawanya satu truk penuh dari sini,” jawab Wisnu yang tinggal di Bandung.

 

Lantai 2: Layanan Keanggotaan dan Penelusuran Informasi

Isi formulir pendaftaran keanggotaan di komputer yang tersedia. Kalau saya, tidak perlu isi formulir lagi karena saya sudah pernah mendaftar secara online, setahun yang lalu, saat Hartoyo Darmawan, Pranata Humas Perpustakaan Nasional datang ke ruangan saya di kantor.

Saya tinggal mengisi nomor anggota untuk mendapatkan nomor antrian. Saat itu, banyak sekali yang mengantri. Saya dapat nomor 135, padahal saat itu nomor antrian yang sedang dilayani adalah nomor 60-an, dengan 4 loket. Gubrak….

Berhubung saya orangnya sabar dan pantang menyerah, uhuk uhuk…, saya tungguin aja sampai nomer saya dipanggil sambil menelusuri katalog koleksi buku di komputer yang tesedia.

Pengunjung yang sudah menemukan lokasi buku yang dicari, catat lantainya. Lalu simpan tas berikut isinya di loker warna-warni yang tersedia. Pengunjung akan diberikan tas transparan untuk membawa peralatan akan akan di bawa ke ruang baca, misalnya dompet, telepon selular, tablet, gawai, power bank, charger, laptop, dan lain-lain yang diperlukan.

Namun sayang, masih belum bisa pinjam buku untuk dibawa pulang.

“Masih pindahan dari Salemba. Oktober ini baru bisa pinjam buku,” kata Pustakawan yang melayani saya di meja Layanaan Keanggotaan di lantai 2.

Kartu Anggota Perpustakaan Nasional
Kartu Anggota Perpustakaan Nasional

Kartu anggota perpustakaan dikembangkan secara mutakhir berbasis radio frequency identification (RFID). Bahkan seluruh pengelolaan koleksi di setiap lantai menggunakan RFID. Penggunaan teknologi RFID sebagai sarana pengamanan dan inventori koleksi. Fasilitas layanan perpustakaan juga memberiksn kemudahan bagi pemustaka yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang dengan limit waktu tertentu (open access).

Lantai 3: Zona Promosi Budaya Gemar Membaca

Lantai 4: Area Pameran & Kantin

Di lantai ini dipamerkan foto-foto dan buku-buku mantan Presiden RI. Ada juga aula dengan kapasitas 1000 kursi.

Karena saya sudah kenyang, jadi belum sempat mampir ke kantin. Lain kali saya akan mampir ke kantinnya sambil jajan setelah baca buku.

Lantai 5: Perkantoran

Lantai 6: Data Center & Musholla

Fasilitas layanan Perpusnas dilengkapi data center koleksi dengan Teknologi Tier 3 dan telelift (sistem transportasi buku secara otomatis)

Lantai 7: Layanan Koleksi Anak, Lansia dan Disabilitas

Lukisan mural di ruang baca anak di lantai 7.
Lukisan mural di ruang baca anak di lantai 7.

Disain ruang anak sangat menarik dan berwarna. Pengunjung harus melepas alas kaki karena ruangan berkarpet. Rak buku pun setinggi anak, berisi koleksi buku anak yang beragam. Ada juga permainan anak-anak seperti congklak, mandi bola, perosotan, rumah-rumahan, dan mobil-mobilan.

Dinding dan pilar di tengah ruangan berhiaskan lukisan mural yang diambil dari cerita rakyat. Selain itu ada juga ruang khusus laktasi (menyusui) sehingga para mamah muda tidak perlu kuatir saat mendampingi buah hatinya bermain, membaca, dan bereksplorasi maupun berkreasi  di panggung kreasi. Panggung kreasi ini juga bisa digunakan jika ada kegiatan komunitas.

Di sisi yang berbeda, ada ruangan bagi pengunjung lansia dan pelayanan khusus termasuk koleksi maupun petugas yang mendampinginya.

Lantai 8: Layanan Koleksi Audiovisual

Lantai 9: Layanan Koleksi Naskah Nusantara

Lantai 10: Layanan Koleksi Deposit

Tidak diakses umum

Lantai 11: Penyimpanan Koleksi Monograf Tertutup

Tidak diakses umum

Lantai 12: Ruang Baca Koleksi Deposit

Lantai 13: Ruang Baca Koleksi Monograf Tertutup

Lantai 14: Layanan Koleksi Buku Langka

Lantai 15: Layanan Koleksi Referens

Lantai 16: Layanan Koleksi Foto, Peta, dan Lukisan

Lantai 17: AIPI

Lantai 18: AIPI

Lantai 19: Layanan Multimedia

Lantai 20: Layanan Berkala Mutakhir dan Ilmu Perpustakaan

Lantai 21: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (Klas 000-499)

Lantai 22: Layanan Koleksi Monograf Terbuka (Klas 500-999)

Ruang baca di salah satu sudut Perpusnas
Ruang baca di salah satu sudut Perpusnas

Lantai 23: Layanan Koleksi Mancanegara dan Majalah Terjilid

Lantai 24: Layanan Koleksi Budaya Nusantara & Eksekutif Lounge

Direktori Perpustakaan Nasional
Direktori Perpustakaan Nasional

Penasaran? Yuk datang ke Perpusnas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here