Rock n Roll di Atas Pulau Miangas

2
365
views

Siang kawan! Hari ini aku pergi ke Pulau Miangas, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Ikuti ceritanya.

Pulau Miangas adalah pulau terluar dan paling utara Indonesia–bisa jadi Pulau We, Aceh, sedang diriset redaksi–yang berbatasan langsung dengan negara tetangga kita, Filipina. Sedangkan pulau paling selatan RI adalah Pulau Ndana, NTT.

 

Penerbangan ke pulau ini hanya ada satu kali dalam seminggu, kapal cepat ada namun tergantung kondisi ombak dan cuaca.

 

(Manado)

 

Jarak Manado ke Miangas sekitar 493 kilometer yang bisa ditempuh dengan pesawat dengan lama penerbangan sekitar 1 jam, sedangkan jarak Miangas ke Davao, Filipina hanya 219 kilometer. Tidak jarang ada nelayan hanyut ke negara tetangga. Pulau ini dihuni sekitar 800 jiwa dengan 300 kepala keluarga.

 

(Posisi Pulau Miangas)

 

Rombongan kami menumpang pesawat C-295 TNI AU. Ini adalah pertama kalinya aku menaiki pesawat militer. Aku langsung teringat film-film laga yang berlatar Perang Vietnam pada tahun 60-an. Ketika pintu belakang (ramp) pesawat ditutup perlahan, aku putar beberapa lagu rock n roll era itu seperti Fortunate Son, Black Moon Rising, Paint It Black, dan Gimme Shelter. Adrenalin terpompa dalam diriku.

 

(Enjoying the ride inside TNI AU C-295)

 

Pulau kecil ini berlokasi di tengah laut lepas terbuka. Ketika persiapan mendarat hanya terlihat laut biru dan deburan ombaknya. Kami berikan aplaus pada pilot TNI AU yang begitu lihai mendaratkan pesawatnya.

 

(Laut lepas)

 

Karena kendaraan sangat sedikit, kami menaiki truk terbuka sebuah proyek untuk menuju kompleks sekolah yang menjadi lokasi acara. Kembali benakku melayang ke masa lalu ketika masih sekolah ‘membajak’ truk untuk ‘berpetualang.’

 

(Pemandangan dari atas truk)

 

Tibalah saat acara, kami meresmikan pengoperasian sarana internet 4G dan seluler, stasiun RRI dan TVRI, pembagian radio dan perangkat televisi digital, dan pengukuhan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).  Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dapat menjadi wadah penyaluran informasi dan aspirasi masyarakat.

 

Selain itu, kami menggelar apel kebangsaan dan acara Sambung Rasa dengan masyarakat Miangas. Acara ini menjadi ajang bertukar pikiran dan curhat antara pemerintah dan penduduk di perbatasan.

 

(Generasi penerus bangsa)

 

Aku menyadari bahwa pemerintah memastikan pemerataan pembangunan akses informasi dan komunikasi warga di daerah perbatasan, salah satunya Miangas. Ini adalah wujud perhatian pemerintah untuk hadir di daerah pelosok (Nawacita) dan menjaga kedaulatan  NKRI.

 

Dan Miangas akan selalu di benakku.

 

(Foto: Helmi Fajar, Google Maps, dan milik pribadi)

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here