KANTIN.ID

tempat bermain dan belajar

Tradisi Munggahan Menjelang Ramadhan

Munggahan, buat sebagian orang merupakan tradisi makan bersama menjelang Ramadhan. Tujuannya untuk berkumpul silaturahim saling memaafkan sebelum menjalankan ibadah puasa. Saya sendiri mengenal tradisi munggahan sejak menjadi PNS. Sebelumnya, keluarga saya tidak mengenal tradisi munggahan.

Tradisi Munggahan Menjelang Ramadhan

Jumat, 26 Mei 2017, sehari sebelum puasa, pegawai Direktorat Komunikasi Publik menggelar tradisi munggahan yang digelar di ruangan kerja, tanpa DIPA. Acara ini merupakan inisiatif dari pegawai, terutama ibu-ibu.

Dua hari sebelumnya, sebagian pegawai berdiskusi di meja Ibu Sylvia, Kasubag Tata Usaha, membahas menu yang akan disajikan. Menu yang disajikan adalah masakan kreasi keluarganya masing-masing.yang dibawa dari rumah. Ada yang ditunjuk untuk membawa masakan, ada yang inisiatif membawa masakan, ada yang saweran uang, ada juga yang tinggal makan.

Gorengan, jamur, urap, ayam bakar bumbu bacem, udang kentang baladi, telur balado, kering tempe

Saya, membawa ayam panggang bumbu bacem buatan mama. Nurul membawa kering tempe buatan ibunya. Wulan R membawa udang kentang balado buatan ibunya juga. Pak Oteng membawa masakan jamur dengan sayur buatan istrinya. Meilani membawa telur balado buatan sendiri. Bu Ariyanti membawa urap. Mira membawa beras, bumbu, daun pisang, dan mendadak masak nasi di ruangan kerja.

Makan bersama beralaskan daun pisang sengaja dipilih karena kekinian, sederhana, tidak punya banyak piring, dan tanpa DIPA.

Di satker lain, seperti Biro Hukum menggelar tradisi munggahan dengan menu bakso dan teman-temannya. Biro Humas nasi kotak. Setditjen IKP menyajikan makanan prasmanan dengan memesan katering langganan. Inspektorat II memilih makan siang bersama di restoran. Bahkan ada angkatan 2009 yang munggahan di ruang serba guna. Diantara munggahan yang digelar di berbagai satker, yang kekinian memang cuma Direktorat Komunikasi Publik. Kalau tradisi munggahan di tempat kerjamu seperti apa?

Vlog keseruan munggahan ini bisa dilihat di Instragram saya, klik di sini. Akhir kata, saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin.

« »

© 2018 KANTIN.ID. Theme by Anders Norén.