10 Tips Menjadi Pranata Humas Profesional

1
339
views
Sosialisasi Praanta Humas di Universitas Padjadjaran, Bandung

:Pranata Humas itu harus bekerja secara profesional. Jumat, 12 Mei 2017, saya hadir di Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Bandung, menyampaikan materi Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Pranata Humas. Sebagai pejabat fungsional, Pranata Humas dituntut untuk mengumpulkan angka kredit sebagai syarat kenaikan pangkat dan jabatan. Namun, harus selaras dengan tuntutan kerja profesional bagi humas pemerintah, yang merupakan harapan Presiden Joko Widodo maupun tuntutan publik.

Sejalan dengan harapan tersebut, menurut saya tantangan terbesar Pranata Humas adalah memenuhi kedua hal tersebut. Berikut adalah 10 tips yang harus dilakukan Pranata Humas profesional versi saya:

1. Buat Sasaran Kerja Pegawai (SKP) di Awal Tahun
Dulu, jamannya belum ada SKP, yang merupakan kontrak kerja antara atasan dan bawahan, Pranata Humas sering kehilangan arah, tidak tahu apa tugasnya, tidak tahu harus melakukan apa, karena pasif menunggu tugas dan perintah dari atasannya.
Jaman sudah beda. Sekarang, setiap PNS wajib membuat SKP, jadi setiap PNS sudah punya kontrak kerja dan harus dilaksanakan sesuai dengan jabatannya masing-masing.
Pranata Humas juga begitu, SKP disusun dari butir-butir kegiatannya sesuai dengan jabatannya masing-masing berdasarkan Lampiran Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat dan Angka Kreditnya.

2. Hitung Kebutuhan Angka Kredit untuk Kenaikan Pangkat
Berhubung Pranata Humas itu bisa naik pangkat/jabatan lebih cepat dari jabatan fungsional umum atau struktural, maka Pranata Humas bisa membuat target kerja “lebih cepat lebih baik”
Misalnya Pranata Humas Pertama III/a memiliki kewajiban mengumpulkan angka kredit sebesar 50 untuk dapat naik pangkat ke III/b. Jika regular memakan waktu 4 tahun, maka untuk sama dengan reguler Pranata Humas membutuhkan angka kredit sebesar 50 dibagi 4 tahun sama dengan 12,5. Itu pun kalau 100% tercapai setiap tahun selama 4 tahun. Kalau tidak ya hitung saja 50 dibagi 3.

3. Catat dalam Buku Harian (log book)
Kebiasaan jelek Pranata Humas adalah tidak tertib administrasi. Hari ini kerja apa, minggu lalu kerja apa, tahun lalu kerja apa, sudah lupa tuh. Tidak ada bukti hasil kerjanya, tidak ada surat tugas, atau mungkin memang tidak pernah kerja. Pada saat teman-temannya sudah naik pangkat reguler, dirinya belum. Bingung deh cari bukti fisik untuk menyusun DUPAK. Jangankan pekerjaan minggu lalu, bulan lalu, pekerjaan 4 tahun lalu entah di mana. Potong jalan, cari angka kredit yang besar seperti menulis karya tulis. Tapi koq ya karya tulisnya hasil copy-paste Mbah Google, ya. Tentu saja tidak bisa dinilai oleh Tim Penilai, di-drop, marah-marah. Lain kali, catat dalam buku harian (log book) ya.

4. Cepat Tanggap & Proaktif
Bu Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik pernah bilang di hadapan Peserta Diklat Jabatan Fungsional Pranata Humas, bahwa Presiden Joko Widodo minta tenaga kehumasan pemerintah untuk bekerja dengan cara baru yang proaktif dan dinamis. Tinggalkan cara-cara lama seperti monitoring media dengan cara kliping koran, gunting dan tempel. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, pekerjaan jadi lebih mudah dan cepat.

5. Belajar dari Mentor
Mentor bisa dari pakar komunikasi, pakar kehumasan, atasan kita, rekan seprofesi atau bahkan dosen. Siapa pun mentornya, haruslah yang berpengalaman, mendukung kamu, pendengar yang baik, serta menghargai kamu.

Memberikan tips menjadi Pranata Humas yang profesional pada Sosialisasi Pranata Humas di Universitas Padjadjaran, Bandung, Hari Jumat, 12 Mei 2017.

6. Membaca dan Menulis Buku, Jurnal, Koran, Majalah, Blog
Salah satu Pranata Humas di Pemda Kota Depok, Rita Setia, sudah menulis buku berjudul Terjebak di Dunia Maya. Kalau dirasa sulit menulis buku, dimulai saja dengan menulis di blog, misalnya di Kompasiana atau buat saja blog  keroyokan bersama teman-teman Pranata Humas di instansinya. Kalau website resmi .go.id buat jaim, kalau nulis di blog bisa lebih luwes, dengan story telling, misalnya.

7. Bekerja Sesuai Etika
Bekerja di mana saja ada etikanya. Begitu juga di media sosial. Prnaata Humas harus bisa cek dan ricek berita atau informasi sebelum sharing, istilahnya tuh saring sebelum sharing. Jadi Pranata Humas harus bisa memutus peredaran informasi hoax, bukannya ikut-ikutan sharing.

Demikian juga dengan etika penulisan, tidak plagiasi penulisan karya tulis maupun karya lainnya.

8. Bergaul dengan rekan Seprofesi
Sejak tahun 2015, terbentuk Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas), sebagai wadah ngariung-nya Pranata Humas. Anggotanya adalah Pranata Humas di Kementerian Komunikasi dan Informatika, kementerian & lembaga lain seperti Kementerian Pertanian, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Iprahumas cabang pun sudah terbentuk di Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

9. Asal Skil & Kompetensi: Bimtek, Workshop, Pelatihan, Kursus & Ikut Lomba
Salah satu kegiatan Iprahumas ada Akademi Humas Indonesia, yang tahun lalu dilaksanakan di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika. Materinya antara lain audit komunikasi, keprotokolan, dan penulisan berita. Narasumbernya dari Pranata Humas anggota Iprahumas.
Direktorat Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Informatika, selaku pembina Pranata Humas pun pada bulan lalu telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Video Bloggling (Vlog) Pranata Humas di Museum Penerangan, Taman Mini Indonesia Indah.

10. Usulkan DUPAK minimal 1 kali 1 tahun
Selama ini, Pranata Humas mengumpulkan DUPAK mepet waktu kenaikan pangkat. Yang ada, kerjaannya selama 4 tahun itu numpuk dalam waktu singkat, tebal dan berat. Belum lagi bukti dukungnya entah ada di mana. Padahal bisa disiasati dengan dikumpulkan setiap tahun, seperti penilaian SKP.

Sosialisasi Pranata Humas di Universitas Padjadjaran, Bandung

Saya juga mengenalkan tata cara penilaian angka kredit kepada peserta dengan harapan agar mereka dapat gambaran proses DUPAK yang kami terima sampai dengan terbitnya Hasil Penilaian Angka Kredit dan membentuk Tim Penilai Pranata Humas jika sudah diangkat ke dalam Jabatan Fungsional Pranata Humas.

Untuk efektifitas pekerjaan administratif yang dilakukan Pranata Humas, akan ada DUPAK Online. DUPAK Online ini merupakan proyek perubahan yang saya ajukan ketika mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat IV tahun lalu. Tahun lalu telah disusun rancang bangun DUPAK Online Pranata Humas, dan telah nempel di server kominfo.go.id.

Semoga saja DUPAK Online ini bisa terealisasi tahun ini. Minimal untuk Pranata Humas di Kementerian Komunikasi dan Informatika terlebih dahulu. Dan tahun berikutnya bisa digunakan oleh Pranata Humas di Kementerian/Lembaga/Daerah.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here