IORA: “Memperkuat Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudera Hindia yang Aman, Stabil dan Sejahtera”

0
373
views

Indonesia akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) pertama dalam 20 tahun terakhir. Negara-negara anggota IORA yang hadir di Jakarta pada tanggal 7 Maret 2017, akan menandatangani dokumen IORA Concord yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara keduapuluh satu negara di tepi Samudera Hindia itu.

Posisi strategis Samudera Hindia dalam perekonomian dunia mendorong negara-negara di kawasan ini untuk membentuk IORA, yaitu sebuah organisasi regional di kawasan Samudera Hindia yang secara resmi didirikan di Mauritius pada tanggal 6-7 Maret 1997. IORA berfungsi untuk menyatukan negara-negara Samudera Hindia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan adil bagi semua anggota dan menciptakan fondasi yang kuat untuk kerja sama ekonomi regional melalui upaya fasilitasi perdagangan dan penghapusan hambatan perdagangan.

Saat ini IORA merupakan sebuah organisasi regional dinamis yang terdiri dari 21 negara di Samudera Hindia, yaitu Australia, Bangladesh, Komoro, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Afrika Selatan, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab dan Yaman. IORA memiliki 7 mitra dialog dan 2 organisasi pengamat.

Indonesia saat ini menjadi ketua IORA periode 2015-2017, dengan Afrika Selatan sebagai wakil ketua. Selama keketuaan tersebut, Indonesia telah menyelenggarakan Pertemuan Dewan Menteri ke-15 di Padang pada bulan Oktober 2015 dan Pertemuan Dewan Menteri ke-16 di Bali pada bulan Oktober 2016.

Sebagai KTT Kepala Negara/Kepala Pemerintah pertama untuk organisasi IORA, konferensi ini  bertujuan untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang di kawasan Samudera Hindia. KTT ini merupakan pertemuan one-off meeting, dengan mengangkat tema “Penguatan Kerja Sama Maritim untuk Kawasan Samudera Hindia yang Aman, Stabil, dan Sejahtera “.

KTT ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk menegaskan kembali visi Presiden Joko “Jokowi” Widodo tentang Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Salah satu upaya untuk mewujudkan visi ini adalah dengan mengajak masyarakat untuk menganggap laut bukan sebagai pemisah, tetapi penghubung nusantara. Pesan ini tidak hanya berlaku untuk Indonesia, tetapi juga untuk negara-negara di kawasan Samudera Hindia.

Melalui KTT ini, Indonesia akan menggarisbawahi pentingnya konektivitas untuk menjembatani dan mengintegrasikan kepentingan umum dan untuk meningkatkan kerja sama antara negara-negara yang berbatasan dengan Samudera Hindia.

President Joko Widodo (second right), Vice President Jusuf Kalla (second left), Australian Prime Minister Malcolm Turnbull (left), and President of South Africa Jacob Zuma (right), beat tifa, traditional musical instruments in the opening of the 2017 IORA Summit, at the Jakarta Convention Center, Jakarta, on Tuesday (3/7) ~ www.iorasummit2017.id

20 Kepala Pemerintah Diundang

Keputusan untuk menyelenggarakan KTT IORA yang pertama di Jakarta ditetapkan pada Pertemuan Pejabat Tinggi IORA pada bulan September 2015 di Padang, Sumatera Barat. Dalam pertemuan tersebut, negara-negara anggota sepakat untuk mengadakan setidaknya empat kali pertemuan untuk membahas penyusunan naskah IORA Concord sebelum KTT Maret 2017.

KTT akan didahului dengan Pertemuan Pejabat Tinggi pada tanggal 5 Maret, diikuti dengan Pertemuan Dewan Menteri pada tanggal 6 Maret dan diakhiri dengan KTT IORA pada tanggal 7 Maret. IORA Business Summit dan Pameran perdagangan akan berlangsung pada tanggal 6 Maret 2017, di mana kamar dagang dari negara-negara anggota IORA diharapkan untuk hadir.

Pemerintah Republik Indonesia telah mengundang Kepala Negara/Kepala Pemerintahan dari 20 Negara Anggota IORA serta Menteri Luar Negeri dari 7 Mitra Wicara. Pemerintah Indonesia juga telah mengundang perwakilan dari 8 organisasi internasional dan 2 negara undangan, untuk berpartisipasi dalam KTT.

IORA Concord

KTT akan mengadopsi IORA Concord, yang menetapkan cara dan sarana untuk memperkuat arsitektur regional dan mendorong kerja sama regional dalam enam area prioritas IORA, yaitu keselamatan dan keamanan maritim; fasilitasi perdagangan dan investasi; pengelolaan perikanan; manajemen risiko bencana; kerja sama akademis, ilmu pengetahuan dan teknologi; dan pertukaran pariwisata dan pertukaran budaya; serta pada dua isu lintas sektoral, yaitu blue economy dan pemberdayaan perempuan.

Melengkapi IORA Concord, KTT juga akan mengadopsi IORA Action Plan pada Pertemuan Tingkat Menteri. IORA Action Plan menetapkan langkah nyata yang akan dilaksanakan sesuai dengan IORA Concord. Seperti telah disepakati dalam Pertemuan Dewan Menteri ke-16 di Bali pada bulan Oktober 2016, Negara Anggota akan mengadopsi deklarasi bersama dalam menanggulangi terorisme dan ekstremisme.

KTT IORA bertujuan untuk membangun arsitektur regional serta untuk mempromosikan dan memperkuat kerja sama IORA untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah tersebut. Peran aktif Indonesia dalam IORA dapat memperkuat kerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif di mana Indonesia dapat memastikan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi.

Selain memaksimalkan potensi perdagangan, investasi dan kerja sama ekonomi di kawasan, IORA Concord juga bertujuan untuk menangani masalah-masalah non-tradisional, seperti penangkapan ikan ilegal, perdagangan manusia, perdagangan narkoba, migrasi ilegal dan pembajakan.

KTT ini diharapkan menjadi game-changer untuk kerja sama regional di Samudera Hindia, dan bertujuan untuk menempa arsitektur yang berkelanjutan dan terrevitalisasi dalam hubungan multi-dimensi, sesuai dengan tantangan yang dihadapi oleh kawasan.

IORA Concord, Rencana Aksi IORA serta Deklarasi IORA dalam Mencegah dan Melawan Terorisme dan Ekstrimisme adalah dokumen strategis yang mencerminkan visi IORA untuk masa depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here