Blogger dan Optimalisasi Kamera Gawai

1
285
views
Peserta Kelas Blogger ke-14 swafoto bersama Aryo Meydianto, Media Engagement Oppo Indonesia. (Foto: Aryo Meydianto)

Hari Minggu pagi, 19 Februari 2017, hujannya awet banget bikin mager (malas gerak). Tapi demi ilmu yang bermanfaat dan silaturahim dengan teman-teman ya dibela-belain deh datang ke acaranya Kelas Blogger ke-14, di Nutrifood Inspiring Center, Apartemen Menteng Square, Jakarta Pusat.

Ini adalah kali ke-2 saya mengikuti Kelas Blogger, yang saya tahu dari mengikuti Facebook-nya Rulli Nasrullah atau Kang Arul. Beliau adalah salah seorang tenaga pengajar yang saya kenal sewaktu saya memantau Diklat Pembentukan Pranata Humas, sekitar tiga bulan yang lalu. Ceritanya bisa dibaca di sini.

Kang Arul lah yang menggagas lahirnya Kelas Blogger, sejak November 2015. Kelas Blogger merupakan sebuah wadah untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus kemampuan para blogger sebagai aktivis sosial media yang lebih profesional.

Kelas Blogger ke-14 mengangkat tema “Blogger dan Optimalisasi Smartphone, HP-Mu Adalah Senjatamu” dengan narasumber Aryo Meidianto, Media Engagement Oppo Indonesia.

Saat ini saya sedang menggunakan gawai dari Oppo yang saya beli tahun lalu gegara butuh gawai yang kameranya bagus tetapi harganya tidak mahal untuk merekam rapat pembahasan DUPAK Online Pranata Humas yang saya pimpin, sebagai kelengkapan tugas proyek perubahan Diklat PIM IV. Selebihnya, gawai ini saya pakai merekam video aktifitas anak kaki empat saya. Tapi ya cuma asal rekam aja sih gak pernah dibuat vlog apalagi diunggah ke Youtube.

Aryo bilang, untuk mengisi foto-foto blog cukup dengan kamera gawai saja tanpa perlu kamera DSLR yang mahal.

“Bahkan ada yang menggunakan gawainya untuk membuat video kawinan orang di pedalaman Singkawang secara komersil. Yang penting itu bisa mengoptimalkan penggunaan gawai yang kita punya, apa pun mereknya. Tergantung juga sama yang nikah sih, sudah cukup puas dengan hasilnya,” cerita Aryo.

Tapi bagaimana caranya milih gawai dengan kamera yang bagus? Apalagi buat yang gak paham-paham banget sama teknologi gawai, seperti saya ini yang kalau mau cari gawai mesti nanya-nanya dulu ke teman-teman yang suka banget gonta-ganti gawai.

  1. Sensor

Semakin besar sensor maka semakin besar cahaya yang ditangkap. Hasilnya, foto yang diambil akan semakin jernih.

  1. Pixel

Ukuran pixel ini menentukan seberapa besar foto yang akan dihasilkan. Tapi jangan salah ya. Megapixel ini bukan segalanya lho. Apalagi kalau buat blog, tidak perlu foto besar-besar. Kecuali fotonya mau dicetak ukuran sebesar poster.

  1. Lensa kamera

Terdiri dari beberapa lapisan. Biasanya Oppo pakai 5 sampai 7 lapisan dengan 12 filter.

  1. Aperture

Merupakan bukaan diagfragma untuk menangkap cahaya.

Kalau gawainya sudah ada, lalu bagaimana caranya menghasilkan gambar dengan bagus?

  1. Jangan ragu untuk gunakan alat pendukung seperti tongsis, mini tripod dan microphone.
  2. Kurangi menggunaan digital zoom. Dekati obyek.
  3. Perhatikan pencahayaan yang baik. Selain cahaya dari matahari, bisa juga gunakan light room (kotak studio foto mini), atau lampu LED untuk swafoto.
Light Room atau kotak studio foto mini yang bisa dilipat, dengan lampu LED di atasnya, untuk membantu memotret produk. Bisa dicari di berbagai toko online. (Foto: Tokopedia)

Blog sudah terisi tulisan dan gambar, tetapi belum kekinian tanpa vlog.

“Supaya vlog dilihat, tidak perlu vlogger yang ganteng atau cantik. Bahkan vlogger yang ancur juga ada,” kata Aryo disusul tawa peserta.

“Yang penting itu kontennya, videonya jelas dan tidak gelap. Editingnya juga tidak banyak, hanya ditambahi tulisan dan gabung beberapa video. Durasi singkat saja, maksimal 4 menit,” jelas Aryo.

Menjawab pertanyaan kuis dan benar, peserta mendapatkan hadiah. (Foto: Syaifuddin Sayuti)

Mengakhiri paparan, Aryo mengajukan kuis. Peserta yang bisa menjawab pertanyaan berhak mendapatkan hadiah. Saya dan lima orang peserta lainnya beruntung mendapatkan hadiah. Terima kasih ya.

Pemilihan Kepala Sekolah

Peserta Kelas Blogger ke-14 Makan Siang Bersama (Foto: MH Kholis, Kelas Blogger)

Istirahat siang diisi dengan menikmati hidangan yang dibawa oleh setiap peserta. Sebelumnya, peserta diminta membawa makanan untuk dimakan bersama dengan peserta lain (potluck). Syaratnya tidak boleh makanan yang digoreng. Ini terkait branding dari penyedia tempat, Nutrifood. Jadilah saya bawa 2 kg jeruk yang mirip dengan tokoh jeruk di iklan Nutrifood. Teman yang lain ada yang membawa donat, wafer, pisang coklat, dan kue sus.

Setelah istirahat, agenda selanjutnya adalah pemilihan Kepala Sekolah Kelas Blogger Tahun 2017.

“Selama saya menjadi Kepala Sekolah, Kelas Blogger tidak hanya diadakan di Jakarta, tetapi juga di luar kota seperti Serang, Pangkalpinang, Solo, dan Lombok,” kata Syaifuddin Sayuti  di detik-detik terakhir melepas jabatan Kepala Sekolah.

“Kelas Blogger akan terus mengadakan pelatihan gratis bagi blogger. Seperti tujuan semula menggagas ini. Tidak pakai uang, karena kalau sudah campur dengan uang bisa rusak pertemanan,” pesan Kang Arul, Dosen Galau.

Tanpa adanya kampanye yang melelahkan seperti Pilkada DKI Jakarta, terpilihlah Dudi Iskandar sebagai Kepala Sekolah, menggantikan Syaifuddin Sayuti atau yang biasa dipanggil Bang Udin, dengan dibantu Hermini Yuliawati atau Kak Mia sebagai Sekretaris, dan Lita Chan Lai sebagai bendahara.

Harapan saya sih Kelas Blogger akan terus menyelenggarakan pelatihan-pelatihan gratis tidak hanya untuk full time blogger tetapi juga untuk semi blogger seperti saya ini yang kadang nulis kadang baca, kadang gak nulis kadang baca, kadang juga gak nulis dan gak baca. Hehehe…

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here