Satu Hari di Kota Semarang, Ini yang Bisa Kamu Lakukan

3
510
views
Pagoda Avalokitesvara
Pagoda Avalokitesvara

Awal tahun 2017, saya liburan tiga hari di Semarang, sekalian menghadiri pernikahan saudara di Masjid Agung Jawa Tengah. Kali ini saya akan berbagi apa saja yang bisa kamu kunjungi jika punya waktu luang satu hari di Semarang.

 

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid seluas 10 hektar ini terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Samirejo, Kecamatan Gayamsari. Selain masjid untuk tempat ibadah umat Islam, di Komplek Masjid ini ada Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di lantai 2 dan 3, serta ada restoran di lantai 18 Menara Asmaul Husna. Selain itu ada Hotel Graha Agung. Tapi sayang sekali, saat saya berkunjung ke tower Asmaul Husna, sedang perbaikan listrik sehingga museum dan restorannya tutup. Lain kali saya ke Semarang, akan singgah ke menara ini lagi, semoga sudah buka. Pagi hari terutama di hari libur, cukup banyak pengunjung masjid untuk berolahraga seperti lari, jogging, jalan cepat, bulu tangkis, dan karate.

Biaya: Jika membawa kendaraan ke lokasi MAJT cukup membayar parkir Rp.3.000,- sepuasnya. Tiket masuk museum belum tahu. Kalau ada yang pernah mengunjungi museumnya, silahkan komentar di bawah.

 

Vihara Buddhagaya Avalokitesvara Watugong

Dewi Kwan Sie Im Po Sat (Foto: Lida Noor)

Vihara ini terletak di jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung, Banyumanik, sekitar 16,5 km dari MAJT. Luas kompleks vihara ini 2,25 hektar. Ikon paling terkenal dari vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara atau Pagoda Metakurana yang artinya pagoda cinta dan kasih sayang. Pagoda ini didirikan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Po Sat yang dipercaya oleh umat Buddha sebagai dewi kasih sayang. Pagoda Avalokitesvara mempunyai tinggi 45 meter dan terdiri dari 7, merupakan pagoda tertinggi di Indonesia.

Ini kunjungan pertama saya ke vihara ini, sebelumnya hanya tahu dari foto-foto di internet saja. Penasaran lah saya karena dibilang pagodanya tertinggi di Indonesia dan di foto keliatan bagus banget seperti di Thailand kan. Begitu sampai di lokasi, ealaahhh… kirain setinggi Monas atau Menara Eifel, ternyata tidak setinggi bayangan saya. Tapi tidak apa-apa, daripada nyesel tidak pernah ke sini kan lebih baik datang dan berfoto. Dari pengamatan saya, semua pengunjung vihara saat itu tidak untuk beribadah, tetapi hanya berfoto saja.

Biaya: tidak ada biaya tiket, hanya senyum ke satpam dan bayar parkir seikhlasnya.

 

Klenteng Sam Poo Kong

Klenteng Sam Poo Kong (Foto: Lida Noor)

Klenteng ini terletak di jalan Simongan, Semarang Barat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah orang Chinese saja, tetapi klenteng ini banyak dikunjungi wisatawan domestik beragama Islam. Di parkiran klenteng, banyak terparkir bis pariwisata yang mengantarkan ibu-ibu dan mbak-mbak berhijab. Namun tidak semua lokasi dapat dikunjungi wisatawan. Tempat sembahyangnya tertutup bagi wisatawan. Klenteng ini merupakan tempat persinggahan atau pendaratan pertama Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam. Bagaikan di China, kamu juga bisa berfoto dengan menggunakan kostum ala-ala Laksamana Cheng Ho atau tokoh Chinese lainnya.

Biaya: Harga tiket masuk wisatawan domestik Rp.5.000,- saja. Foto kostum antara Rp.90.000,- sd Rp.160.000,-

 

Pandanaran
Siang hari, bisa singgah di jalan Pandanaran untuk menikmati kuliner khas Semarang sebagai oleh-oleh. Belum lengkap jalan-jalan di Kota Semarang tanpa membawa oleh-oleh Semarang. Kalau kamu suka yang praktis seperti saya, di jalan Pandanaran ada toko oleh-oleh yang menjual beraneka macam olahan bandeng seperti bandeng presto, bandeng otak-otak, bandeng teriyaki, bandeng duri lunak. Ada juga lumpia yang isinya bisa kamu pilih, mau yang isi ayam, bandeng, udang, maupun kepiting lumpia. Selain itu ada juga oleh-oleh khas Jawa tengah lainnya seperti kue gandjel rel, kue bakpia, wingko babat, mochi, keripik paru, abon, jenang, dan masih banyak lagi. Toko oleh-oleh juga menyediakan packing kardus gratis, maupun layanan pengiriman paket. Capek belanja? Kamu bisa menikmati makanan olahan bandeng maupun makanan rumahan lainnya di lantai 2, harga warung dengan layanan ala restoran fast food.

Biaya: Harga bandeng untuk oleh-oleh mulai dari Rp.97.000,- per kilo isi 4 ekor bandeng. Masakan Bandeng di lantai dua seharga Rp.11.500,- untuk bandeng bumbu bali/bandeng bumbu srani, Nasi putih Rp.3.000,- Teh Rp.2.000,- Ronde Rp.5.000,- Dawet Rp.7.000,-

 

Lawang Sewu
Merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman Belanda yang dibangun pada tahun 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api atau trem Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Pada hari liburan anak sekolah, pengunjung lawan sewu cukup banyak, sampai ada yang gelar tikar di atas rumput, tempat beristirahat anak kecil.

Pengunjung Lawang Sewu sedang beristirahat (Foto: Lida Noor)

Biaya: Pengunjung Lawang Sewu dikenakan biaya tiket dewasa Rp.10.000 dan anak-anak Rp.5.000,-

 

Kampung Batik
Kampung batik di Semarang memang tidak terkenal seperti di Solo dan Yogjakarta. Lokasi Kampung Batik ini dekat dengan Bundaran Bubakan. Di sekitar Bundaran Bubakan ada Hotel Horison NJ. Di samping hotel itu adal jalan Batik. Masuk saja ke jalan itu, nanti akan kamu temui beberapa rumah yang memajang batik-batik. Itulah Kampung Batik. Karena batik diproduksi sendiri, kamu bisa pesan jika ada baju batik yang kamu suka tetapi tidak ada ukurannya. Atau ada kain batik yang kamu suka tetapi ingin dibuat pakaian. Saya pesan baju batik dengan Ferry di Batik Balqis, dijanjikan jadi sekitar satu bulan.

Selain Batik Balqis, kamu juga bisa mengunjungi dan belajar mengenai Batik Semarang dari Iin Windhi Tj, seorang ibu pengrajin Batik Semarang Indah yang merancang dan memproduksi sendiri batik di lantai atas rumahnya. Selain dibuat baju, batik semarang juga dibuat sepatu, dari sisa kain.

Biaya: Harga selembar kain batik bervariasi, mulai dari Rp.50.000,-

 

Kampung Semarang

Kampung Semarang yang berlokasi di Jalan Kaligawe Km.1, No. 96, Sambirejo, Gayamsari, Tambakrejo ini merupakan one stop toko oleh-oleh, restoran, toko tas, dan toko cinderamata. Dari foto di instagram yang saya lihat, ada menu nasi bumbung atau nasi goreng dalam bambu. Tapi ternyata menu itu sudah tidak ada. Jadilah saya pesan nasi mangut dan sop buntut. Sayangnya ada kejadian yang menyedihkan, ada laler di dalam sop.

Di sini, kamu bisa membeli tas Webe, yang merupakan tas handmade asli Semarang, dengan berbagai warna, model, dan ukuran. Jika masih belum menemukan yang kamu cari, Pada saat saya ke sana, memang sepi. Tetapi pada saat saya mau pulang, datanglah rombongan anak-anak SMK dari Depok, Jawa Barat dengan menaiki 7 bis pariwisata. Langsung ramai. Di depan Kampung Semarang, persisnta di halte Trans Semarang, ada keramaian anak-anak yang menunggu bis tolelet. Begitu ada bis yang lewat, anak-anak segera teriak “Om telolet om”.
Toko oleh-olehnya menjual berbagai macam batik, seperti baju batik, kain batik, gamis batik, dengan motif yang beragam, ada motif Semarangan ada juga motif lainnya seperti motif Pekalongan.

Baju batik di salah satu sudut Kampung Semarang (Foto: Lida Noor)

Biaya: Nasi mangut Semarang Rp.15.000,-. Nasi sop buntut kuah Rp.45.000,- Tas Webe mulai dari Rp.900.000,- s/d sekitar Rp.2.400.000,-

3 COMMENTS

    • Klo di daftar rencana kunjungan sih buanyak banget. Ada simpang lima, ada museum ronggowarsito, museum jamu, termasuk kota tua itu. Tapi apa daya, udah capek, maklum perginya sama mamaku. jadi kota tuanya cuma di jalan aja sambil lewat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here