Ojek Online Bintang Lima (2)

0
428
views
SMS Ucapan terima kasih

Di tulisan saya sebelumnya, Ojek Online Bintang Lima, saya ceritakan salah satu kriteria ojek online yang selalu saya kasih bintang lima. Di tulisan ini saya lanjutkan lagi kriteria berikutnya.

 

  1. Kasih Pujian untuk Kucing Saya yang Ganteng

Pernah juga ada pengemudi ojek online jemput ke rumah, gak inget namanya. Seperti biasa, kucing-kucing saya pada santai di depan pagar rumah. Sepanjang jalan menuju kantor kita malah ngomongin kucing, karena si abang ojek ini juga suka kucing.

“Salam buat kucingnya ya mbak. Jangan lupa kasih bintang 5,” kata si abang ojek sesampainya di tujuan.

 

  1. Sopannya Kebangetan

Ada lagi, Fahmi namanya. Tampilannya sih jauh dari tukang ojek pangkalan. Di balik jaket seragam berwarna hijau, terlihat kerah kemeja khas pekerja kantoran. Sepanjang perjalanan memang tidak banyak bicara, selain saya arahkan melalui rute yang biasa saya tempuh. Sesampainya di tujuan, Fahmi mengucapkan selamat bekerja. Saya pun hanya menanggapi dengan singkat. Biasa lah kalau pagi kan buru-buru nempelin jempol ke mesin. Setiap detik sangat berharga, demi tunjangan kinerja ala reformasi birokrasi.

Beberapa menit setelah saya duduk di meja kerja, Fahmi mengirimkan SMS seperti ini, “sebuah kehormatan bagi saya bisa melayani saudara.. mohon bantuan bintang 5 nya untuk menjaga performa dan rating saya tetap stabil…. Trimaksih atas bantuannya dan semoga sehat dan sukses selalu untuk anda…. gojek”

SMS ojek online
SMS ojek online

Jarang sih saya temui pengemudi yang SMS minta diberi bintang, karena biasanya mereka cukup bilang secara lisan sesaat setelah sampai di tujuan. Kebiasaan saya, tidak pernah lagi buka aplikasi ojek online sampai dengan saatnya mau pesan lagi untuk pulang di sore hari.

 

  1. Muda dan Ganteng

Pada suatu hari Minggu, saya pesan ojek online untuk pulang ke rumah setelah beraktifitas di luar. Ada pengemudi ojek online yang namanya terlihat seperti generasi baby boomers, tapi begitu ketemu malah generasi y. Awalnya, dia ngakuin kalau namanya sesuai di aplikasi. Setelah saya tanya lagi, ternyata nama di aplikasi adalah bapaknya yang ngojek setiap hari kerja.

Seperti biasa, terkadang sambil ngobrol di perjalanan. Kira-kira 500 meter sebelum sampai di tujuan, dia minta supaya jangan dikasih komentar jelek di aplikasi.

“Jangan dikasih komentar jelek di aplikasi ya,” kata ia yang namanya tidak saya tanya. Ia khawatir dikasih komentar jelek karena beda orang yang di aplikasi dengan yang mengantar.

SMS Ucapan terima kasih

 

Ada cerita lain lagi. Sewaktu saya naik ojek online dari depan kantor Walikota Tangerang menuju Stasiun Tanah Tinggi. Jaraknya dekat banget, ongkosnya juga cuma Rp.5000,- Pengemudinya masih muda dan ganteng, namanya Jaen Pramana. Ya setidaknya minimal kelihatan ganteng waktu pakai helm. Saat itu saya jadi menyesal kenapa jaraknya dekat banget ya. Sesampainya di stasiun, langsung aja saya bayar 2x lipat.

Setelah menyerahkan selembar uang sepuluh ribu, saya buru-buru mau masuk stasiun, bukan karena takut ketinggalan kereta. Tapi karena saya gak mau terima kembalian dan salting aja gegara liat orang cakep. Jean manggil saya lagi. Kirain apa gitu manggil lagi, taunya minta balikin helm yang masih di kepala saya. Jiahahaha…

 

  1. Tahu Arah

Namanya juga ojek, layanan utamanya adalah mengantarkan penumpang dari satu lokasi ke lokasi lain. Paling senang kalau pengemudinya tahu rute yang gak macet, lewat  jalan tikus, ketemu kucing, lewat kuburan, pinggir kali, pinggir rel kereta, gang senggol.

Paling senang juga kalau pengemudinya gampang cari lokasi penjemputan. Misalnya nih, kalau pagi saya minta jemput di depan rumah. Rumah saya di dalam perumahan, jadi memang saya akui tingkat kesulitannya lebih besar daripada jemput di pinggir jalan besar, atau jemput di rumah si pengemudi ojeknya.

Titik lokasi penjemputan saya kasih pas di depan rumah, kadang di ujung jalan yang jaraknya cuma 100 meter, nama jalan, blok, nomor rumah, warna pagar, patokan, sudah saya tulis di aplikasi.

Memang tidak semua pengemudi gojek bisa dengan mudah sampai di lokasi penjemputan, tapi ada banyak juga yang bisa sampai di depan rumah saya, padahal saya belum selesai sarapan.

Kalau sore, jemput di belakang kantor saya juga gak mudah. Memang kantor saya ini gak terkenal, namanya kepanjangan, sering ganti nama, jarang didemo. Tinggi bangunannya saja nanggung cuma 8 lantai, kalau dibandingkan dengan kantor sebelah, Kementerian Perhubungan. Tapi ada juga koq yang cepat sampai.

 

  1. Motornya Mahal Banget

Motor ojek online, banyak juga yang bagus-bagus selain motornya Freddy, seperti yang sudah saya ceritakan di tulisan berjudul Ojek Online Bintang 5. Ada yang motor skuter matik premium dari negeri sakura seharga kurang lebih Rp.25 juta. Joknya lumayan luas dan nyaman banget untuk ukuran bokong saya yang ekstra ini.

 

Kamu suka naik ojek online? Pengemudi ojek online yang seperti apa yang kamu kasih bintang 5? Atau malah kamu sendiri jadi pengemudi ojek online untuk cari uang tambahan? Komen di bawah ini ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here