10 Sifat Kekinian PNS Masa Kini yang Tidak Perlu Kamu Tiru

7
393
views
Ilustrasi PNS
Ilustrasi PNS
Ilustrasi PNS
Ilustrasi PNS

Pegawai Negeri Sipil atau PNS masa kini, menurut saya adalah Generasi Y, yang lahir setelah Generasi X dan lahir sebelum Generasi Z. Ada yang menyebutkan Generasi Y adalah generasi yang lahir setelah tahun 1980 sampai sebelum tahun 2000.

Namun, Rosarita Niken Widiastuti, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), memanggil kami, PNS Ditjen IKP angkatan 2006 sampai dengan 2015, sebagai Gen Why (Gen Y), pada saat memaparkan program Gerakan Gembira Maju Bersama Ditjen IKP di Ruangan Anantakupa, Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada Senin, 7 November 2016.

Usia Gen Y Ditjen IKP beragam, ada yang usianya sudah mencapai 45 tahun (lahir tahun 1971) dan ada yang usianya 28 tahun (lahir tahun 1988).

Di tulisan kali ini saya tidak akan menceritakan program Ditjen IKP yang melibatkan Gen Y tersebut, maupun sifat-sifat yang dimiliki PNS Gen Y Ditjen IKP pada khususnya. Tetapi lebih ke sifat-sifat kekinian yang dimiliki PNS Gen Y baik versi Ditjen IKP maupun PNS Gen Y versi satker lain, maupun instansi lain, berdasarkan hasil pengamatan saya. Pepatah bilang tak kenal maka tak sayang. Cie…

Sudah banyak artikel yang membahas mengenai penyakit PNS seperti KUDIS (KUrang DISiplin), TBC (Tidak Bisa Computer), GINJAL (Gaji Ingin Naik tapi kerJA Lambat), KURAP (KURAng Profesional atau KUrang RAPi), dan lain-lain.

Menurut saya, PNS masa kini sudah tidak lagi mengidap penyakit-penyakit itu. PNS masa kini memiliki sifat yang kekinian. Berdasarkan pengamatan saya selama ini, ada 10 sifat kekinian PNS masa kini yang tidak perlu ditiru, yaitu:

  1. Baper

Baper atau bawa perasaan. Ciri-ciri PNS yang mengidap penyakit baper ini adalah kalau gak ditugasin dinas luar kota sama atasannya itu langsung ngerasa kalau atasannya gak suka sama dia dan dizalimi atasan.

Trus upload di media sosial kalau dirinya gak ditugasin ke luar kota, mencari simpati dari teman-teman senasib.

Ada juga yang baper kalau di grup whatsapp. Suka ngerasa kalau lagi disindir, trus left group. Padahal dirinya suka ikutan nyindir orang.

  1. Gagal Move On

Ada yang sukanya membandingkan pemimpin sebelumnya dengan pemimpin sekarang.

Ada yang kerjanya pilih-pilih. Lebih nyaman dengan pekerjaan yang biasa dan bisa dilakukan, tidak mau mengerjakan hal-hal lain yang baru. Mudah menyerah.

  1. Galau

Ibu-ibu muda PNS yang punya bayi atau anak balita biasanya galau karena Pembantu Rumah Tangganya belum balik dari mudik, sedang masa cuti hari raya PNS sudah habis. Galau karena anak sakit, lebih baik di rumah saja atau masuk kantor.

  1. Mager

Sudah nyaman duduk di meja kerjanya. Mau fotokopi males, mau ambil berkas males, makan ke luar juga males.

  1. Kepo

Ada yang penasaran buka-buka file/kertas di atas meja kerja orang. Tapi herannya PNS yang kepo ini, kalau sama kerjaannya enggak penasaran.

  1. Woles

Tanda PNS woles ini kalau datang ke kantor utamanya untuk nempelin jempol ke mesin absensi, ketimbang kerja. Sering gak ada di meja, kadang ada di kantin, kadang di nursing room, kadang di tempat penitipan anak, kadang di ruangan kerja lain, kadang lagi belanja di Pasar Tanah Abang, Pasar Asemka, makan siang di Grand Indonesia berjam-jam. Kalau pun duduk di meja sering kali pikirannya melayang-layang ke toko online, maupun aktivitas lain di luar kerjaan kantor.

  1. Anti Mainstream

Orang yang anti mainstream ini memang kelihatan beda dengan orang lainnya. Misalnya, PNS sedang dinas ke luar kota. Biasanya waktu luang setelah selesai rapat, seminar, atau bimtek, dimanfaatkan untuk wisata alam, wisata kuliner, atau belanja oleh-oleh. Pantai Kuta di Bali juga menjadi salah satu lokasi wisata alam favorit PNS. Layaknya wisatawan lokal dan mancanegara, PNS mainstream selesai rapat segera ganti baju kaos, celana pendek atau celana panjang santai, dress santai, topi, kacamata hitam, sandal. Beda lagi PNS anti mainstream, tetap berbaju batik dan celana kain ke pantai sambil main air.

  1. Lebay

PNS yang lebay adalah yang sering merasa pekerjaannya paling sibuk, sedangkan orang lain enggak. Merasa pekerjaannya paling penting.

“Kemarin pesertanya ngamuk,” kata PNS lebay.

Ngamuk, kata dasarnya amuk. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (www.kbbi.kemdikbud.go.id), amuk artinya: 1) kerusuhan yang melibatkan banyak orang (seperti perang saudara): dl — itu banyak orang tewas dan terluka, 2) perilaku agresi yang menyebabkan kematian orang lain secara tiba-tiba dalam konteks kegiatan budaya tertentu, 3) kondisi tidak terkontrol; kerusuhan dengan kekerasan. 

Padahal kenyataannya tidak seperti itu.  Banyak pertanyaan dari peserta dan ada beberapa ungkapan kekecewaan atas jawaban si PNS lebay.

  1. Kicep

Kicep artinya diam, gak tau apa yang mesti dilakukan. PNS yang kicep tuh kalau setiap rapat sering duduk di belakang atau di luar ruangan. Gak ada pertanyaan pendapat, atau usulan. PNS seperti ini biasanya jarang diajak rapat.

  1. Kudet

Gak punya akun facebook, twitter, instagram, path, dan sosial media lainnya. Dihubungi lewat telepon belum tentu dijawab. Di-SMS pun lama jawabnya.

Apakah kamu seperti ini? Atau ada teman yang seperti ini? Di tulisan berikutnya saya akan menulis apa saja sifat kekinian yang harus dimiliki oleh PNS masa kini. Simak terus tulisan saya ya.

7 COMMENTS

  1. Yg ‘anti mainstream’ itu,klo pas abis kegiatan Dinas,langsung bikin laporan/kerjaan lain di saat yg lain langsung main.kannn… beneran anti main(stream)…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here