Aku ke perpustakaan kantor

5
281
views

Selasa, 15 November 2016, pukul 07.45 WIB. Masih cukup pagi. Aku iseng ingin masuk ke perpustakaan kantor karena letaknya yang bersebelahan dengan mesin presensi kantor di gedung belakang. Hati ini ingin tahu koleksi serta membaca kabar di koran dan majalah. Maklum, aku salah satu insan yang haus akan informasi dan takut akan kudet (kurang update). Ternyata, perpus ini mempunyai koleksi buku dari zaman dulu sampai sekarang.

whatsapp-image-2016-11-10-at-13-00-04-1

“Buku sebagai jendela dunia” adalah ungkapan yang benar di masa sebelum internet atau mesin pencari. Aku bayangkan zaman dahulu kalau ingin mencari istilah, informasi apapun harus ke ensiklopedia di perpustakaan. Nah, sekarang, kita tinggal buka handphone dan voila informasi ada, asalkan ada wifi atau paket data. Namun, aku percaya fungsi perpus pada masa ini masih relevan. Tentu saja, perpus harus terus berinovasi agar disukai pengunjung.

Sejenak anganku melayang, aku teringat sewaktu mengerjakan tugas dan skripsi di Universitas Sebelas Maret dan thesis di Universitas Den Haag. Aku bisa habiskan waktu berjam-jam untuk mencari referensi demi menulis beberapa paragraf. Ya, aku susah menulis dan fokus, makanya aku harus menyeret motivasiku untuk menyelesaikannya.

dsc_0075

Yes, tanpa perpus, aku gak akan bisa lulus, Kak dan Dik. Salah satu perpustakaan yang aku suka adalah Perpustakaan Kota Den Haag–foto di atas ya. Perpustakaan ini selain letaknya di tengah kota juga melakukan inovasi. Ia mengoleksi berbagai macam buku umum, fiksi, dan ilmiah. Selain itu, perpus ini mempunyai koleksi cakram padat musik dan bahkan komik anak.

Di perpus, kita tetap bisa membaca buku, jurnal, koran, dan majalah untuk riset serta beristirahat dan ketemu cowok atau cewek kutu buku, eh.

whatsapp-image-2016-11-10-at-13-00-04-2

Kembali ke kantor, perpus ini menyimpan berbagai macam buku dan terbitan diantaranya tentang komunikasi, telekomunikasi, penyiaran, fotografi, blogging, teknologi informasi, dan internet.

Perpus yang beroperasi di bawah Kementerian Kominfo ini memang mengkhususkan diri pada bidang komunikasi dan teknologi informasi.

08.00 WIB sudah saatnya bekerja. Iseng-iseng aku pinjam sebuah buku berjudul “Netiquette” yang mengupas tentang etika di dunia maya, mulai dari cara santun menggunakan pos-el sampai berinteraksi di dunia maya.

Namun, hatiku berkata pada perpus ini: “Aku hanya pergi untuk sementara dan akan kembali.” Tsah…

whatsapp-image-2016-11-10-at-13-00-04

5 COMMENTS

  1. aku pinjam buku dari perpus kominfo kira-kira setahun yang lalu, satu buku saja … judulnya udah lupa, pun telat banget balikinnya sampai ditagih petugasnya via email kantor ahahahaha

  2. Dear Filmon,
    boleh ya.. next trip, saya diajak ‘intip-intip’ perpustakaan kominfo. Ini kan termasuk perpustakaan khusus yang buku-bukunya lebih dikhususkan tentang masalah teknologi dan informasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here