Di Media Sosial Juga Ada Etikanya

6
140
views

Sebanyak 21 orang calon pejabat fungsional pranata humas mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Pranata Humas Tingkat Keterampilan Angkatan II di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kebon Jeruk, Jakarta Selatan, pada hari Kamis, 10 November 2016.

Kang Arul, bloger dan dosen, mengajar Diklat Pranata Humas, Kamis, 10 November 2016.

Peserta berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Universitas Negeri Yogyakarta, Badan Standardisasi Nasional, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Pemerintah Kabupaten Magelang, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Pemerintah Kota Surakarta, dan Pemerintah Kota Bontang.

Diklat ini merupakan diklat pembentukan sebagai syarat pengangkatan ke dalam jabatan fungsional Pranata Humas sesuai Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 31 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Fungsional Pranata Hubungan Masyarakat.

Rulli Narsullah, blogger dan dosen yang biasa dipanggil Kang Arul mengajak peserta mempelajari etika menggunakan teknologi komunikasi, pada mata diklat Teknologi Komunikasi Kehumasan selama 9 jam pelajaran (405 menit). Mata diklat ini membahas pengantar teknologi komunikasi, pemanfaatan teknologi komunikasi kehumasan, dan dampak perkembangan teknologi komunikasi kehumasan.

Kang Arul menggunakan kartu remi yang ia dapat sewaktu menghadiri peringatan ulang tahun ke-20 salah satu provider telepon selular. Di kartu remi itu, ada tulisan beberapa etika menggunakan gadget, misalnya kartu joker bertuliskan “Password itu seperti sikat gigi, sangat pribadi” dan “Tetap berkelas. Ringtone itu buat kamu, bukan orang sekitarmu. Pastikan ringtone-mu tidak mengganggu orang lain”

Pada kartu 2 keriting “Hati-hati dengan apa yang kamu share. Pikirkan sebelum share”, 3 keriting “Waspada orang asing. Jika mengenal seseorang secara online, jangan bertemu offline dengannya sendirian”, 4 keriting “Perhatikan etika menelepon”, 5 keriting “Jangan mengambil foto seseorang tanpa izin. Hargai privacy orang lain saat mengambil foto”.

6 keriting “Cabut charger setelah baterai terisi penuh. Lepaskan colokan charger saat ada petir”, 7 keriting “Waspada bertelepon saat berjalan. Jangan pernah mengirim pesan dan menjawab telepon saat berjalan atau menyeberang jalan”, 8 keriting “Fokus saat berkendara. Gunakan hands free”, 9 keriting “Periksa nomor tujuan. Periksa kembali nomor tujuan sebelum menghubungi atau mengirim pesan”, 10 keriting “Perhatikan waktu saat menelepon. Cek apakah ini waktu yang tepat untuk menelepon?”

Jack keriting “Jangan biarkan gadget membuatmu anti sosial”, Queen keriting “kecilkan volume ringtone”, King keriting “Beri perhatian untuk orang yang ada di dekatmu”. As keriting “Amankan data di gadget. Jika gadget hilang atau dicuri segera blok data kamu.”

Menurut Kang Arul, penyebaran berita dan informasi massal yang berpengaruh tidak hanya melalui radio dan televisi yang pemiliknya jelas ada akta pendirian dan alamat yang jelas sesuai Undang-Undang Pers. Lingkungan sekarang adalah internet.

Kang Arul mengajak Pranata Humas untuk banyak memproduksi berita dan informasi di blog, media sosial seperti twitter, youtube, facebook, instagram, dan lain sebagainya, mengikuti pergeseran lingkungan.

Pranata Humas pun perlu memerhatikan bahaya di internet, salah satunya terlalu banyak photoshop yang digunakan untuk keperluan marketing di media online, misalnya untuk foto komersial. Kang Arul menayangkan video yang memperlihatkan pemotretan model perempuan berbusana minim hingga proses editing photoshop. Wajah model hasil pemotretan tersebut dibuat tirus, mata lebih besar, badan lebih ramping, kulit lebih putih, dan kaki pun di-edit lebih panjang sehingga terlihat jenjang untuk menciptakan kecantikan versi photoshop.

Pergeseran lainnya adalah adanya perubahan budaya. Saat ini, orang sering selfie untuk eksistensi dirinya di media sosial. Selain itu, jika ada teman yang meninggal dunia, cenderung tidak perlu datang ke pemakaman atau ke rumah duka untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan. Orang memilih menuliskan ucapan duka cita di wall facebook teman yang meninggal dunia. Lucunya lagi, di wall facebook orang yang telah meninggal dunia masih ada saja yang posting promosi telepon selular murah.

“Kita tidak hidup dengan media tetapi kita hidup di media,” pungkas Kang Arul.

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here